Milenial Luwu Dilatih Menjadi Digital Marketing

UPOS, Luwu– Milenial asal Kecamatan Bua Kabupaten Luwu dilatih menjadi seorang digital marketing. Mereka mendapat pelatihan mengelolah media sosial yang bermanfaat hingga bernilai ekonomi bahkan siap menjadi tenaga kerja admin media sosial.

Kegiatan ini dihadiri Kapolsek Bua, AKP Syarief Sukati sekaligus memberikan pengarahan bagaimana bersosial media yang baik dan tidak terjerat pelanggaran UU ITE.

Mini workshop mengelola media social sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia berlangsung dari pukul 08.30 Wita hingga pukul 16.00 Wita di Hitam Putih Cafe, Bua, Kab. Luwu, Minggu (31/7/2022).

Peserta yang mendaftar pada kegiatan tersebut sebanyak 20 orang, mereka dari kalangan media, kelompok pemuda, serta aparat pemerintah desa di Kecamatan Bua.

Kegiatan ini berlangsung atas kerjasama Pemerintah Desa Padangkalua, Polsek Bua, HAS Training Centre, Jurnalis Online Indonesia atau JOIN serta Hitam Putih Cafe.

Andi Hasmuliadi sebagai pemateri menyampaikan, menghadapi era digital tidak hanya cukup dengan menguasai komputer dan mampu menjalankan office.

“Jangan bangga karena bisa mengoperasikan office word, exel, powerpoint bahkan corel dan photoshop. Anak SMP pun saat ini sudah bisa mengoperasikan office, “ujarnya.

“Sekarang eranya media social, segala sektor membutuhkan media social, perdagangan, pertanian, peternakan, industri bahkan politik membutuhkan tangan- tangan terampil saat berselancar di media social. Mampu mempengaruhi pasar memberending produk, “lanjutnya.

Mampu membendung melalui media sosial salah satu kemampuan yang dibutukan seluruh sektor saat ini.

“Tiga alasan kenapa harus belajar digital marketing, pertama, semuanya sudah serba digital, kedua, permintaan digital marketer yang semakin banyak dan agar tetap dapat bersaing, “ujar kata Andi Hasmuliadi pemegang sertifikat BNSP bidang digital marketing.

Kemudian Andi Hasmuliadi merincikan 1O alasan kenapa orang pakai sosial media. Yakni, untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga, agar up to date terhadap berita dan kejadian di sekitar, mengisi waktu luang saja.

“Ada juga untuk cari konten lucu dan menghibur, networking secara umum dengan orang seminat cv, karena banyak teman disini sosmed, share foto atau video, share opini mengenai banyak hal, riset produk yang mau dibeli dan untuk bertemu orang baru, “sebutnya.

Dalam pelatihan, mini workshop kemarin seluruh peserta diberikan materi tentang digital marketing selanjutnya materi pembuatan template melalui aplikasi canva.

Andi Hasmuliadi menyambung, keberadaan perusahaan di Kabupaten Luwu khususnya di Kecamatan Bua akan membutuhkan tenaga marketing khususnya admin media social. “Ini lah saatnya bekali diri dengan kemampuan tersebut,” sambungnya.

Salah seorang peserta mengaku bersyukur bisa mengikuti kelas singkat atau mini workshop tersebut.

“Peserta benar benar diberi gambaran dan diajarkan tentang cara mengelola media social sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia berlangsung. Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan sehingga materi yang kami peroleh hari ini tidak terputus,” ujar Reski salah seorang peserta.(*)

Pos terkait