BAK : Gowa Penuh Sejarah, Dibutuhkan Penguatan Literasi Bukti kepada Generasi Muda

Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) Tokoh Literasi dan Ketua PPM Gowa Abd. Rasyid (Cucu Pejuang Kacong Daeng Lalang) serta mantan Ketua PPM Gowa H. Boy berbincang sekaligus menyerahkan buku H. M. Amir Uskara, bertajuk “ayo membangun desa”, di Warkop Turiolo, Gowa. Sabtu (30/7/2022). (Ist)

UPOS, Gowa – Penulis buku Nasional, sekaligus penggagas Perpustakaan Lorong Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), bertandang ke kampung halaman Kabupaten Gowa, berkolaborasi dengan Pemuda Panca Marga (PPM), yakni dalam pengembangan Literasi.

Hal tersebut, saat BAK bersilaturahmi dengan Ketua PPM Gowa Abdul Rasyid Coa Dg Gappa, dan H. Boy yang juga mantan ketua PPM Gowa, di salah satu Cafe, Jalan Mesjid Raya Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sabtu (30/7/2022).

BAK yang juga penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional, salah satu tokoh Literasi, akan menyebarkan makna literasi ke para anak pejuang kemerdekaan.

Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) Tokoh Literasi dan Ketua PPM Gowa Abd. Rasyid (Cucu Pejuang Kacong Daeng Lalang) serta mantan Ketua PPM Gowa H. Boy berbincang sekaligus menyerahkan buku H. M. Amir Uskara, bertajuk “ayo membangun desa”, di Warkop Turiolo, Gowa. Sabtu (30/7/2022). (Ist)

“Pagi ini kami diskusi bersama Ketua PPM Kabupaten Gowa Abd. Rasyid (Cucu Pejuang Kacong Daeng Lalang) dan mantan Ketua PPM Gowa H. Boy di Warkop Turiolo Sungguminasa, tentang Literasi, Pendidikan dan Optimalisasi Peran PPM Gowa, sekaligus menyerahkan buku H. M. Amir Uskara, bertajuk “ayo membangun desa”, tutur BAK.

”Gowa adalah daerah yang penuh dengan sejarah, sehingga dibutuhkan penguatan literasi sebagai bukti kepada generasi muda, agar tidak melupakan sejarah,” ungkap BAK, yang juga Ketua Tim Ahli Ranperda DPRD Kabupaten Maros.

BAK berharap, kehadiran Literasi di Kabupaten Gowa, akan menjadi gagasan baru di kalangan pemuda, khususnya anak cucu pejuang veteran.

“Di Gowa banyak tokoh-tokoh Pahlawan Nasional yang bisa menjadi rujukan, ada Sultan Hasanuddin, Karaeng Pattingalloang, dan Syech Yusuf Al-Makassari, dan beberapa pejuang veteran kemerdekaan RI, sehingga untuk mengingat perjuangan mereka wajib dituliskan,” jelasnya, dihadapan awak media.

Sementara itu, Abdul Rasyid Coa menyambut positif kehadiran BAK di Kabupaten Gowa, selain BAK cucu Veteran Lapanrita Daeng Rau dari Talamangape, Bontonompo, dia juga sebagai tokoh Literasi Nasional.

”Bachtiar bukan orang lain di Gowa, selain kakek Lapanrita Daeng Rau adalah seorang pejuang di Bontonompo dan nama kakeknya dari ayahnya Mansyur Daeng Ngawing (Tokoh Pejuang Veteran) bernama Kapten M. Ali Daeng Gassing yang dimakamkan di makam Pahlawan Karisa Jeneponto, didiabadikan nama jalan di Jeneponto, jadi wajar jika dia ikut bergabung di PPM Gowa sebagai Tim Pakar,” papar ketua PPM, yang belum genap setahun dilantik.

Dg Coa pun menyampaikan, PPM membutuhkan sosok pemikiran seperti BAK, untuk bisa mengembangkan literasi dan berkolaborasi dengan anak cucu pejuang.

”BAK pantas dan layak menjadi Dewan Pemikir di PPM Gowa, apalagi kemampuan beliau dalam pengembangan Literasi sudah tidak diragukan, sesuai dengan program kerja PPM yang sudah disepakati,” ujar Dg Gappa.

Hadir pula dalam diskusi, Arif Wangsa Dg Nai sebagai Wakil Sekertaris PPM, yang juga penggiat Literasi Kabupaten Gowa. (*)

Pos terkait