Vaksin Rabies Gratis Bakal Digelar di Palopo, Ini Jadwalnya

0 Komentar

UPOS, Palopo– Dalam waktu dekat ini, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Kota Palopo bakal menggelar vaksin gratis untuk hewan peliharaan.

Kegiatan tersebut, menurut Kabid Kesmavet Dispertanakbun Palopo, drh Bur, kegiatan vaksin rabies gratis akan diadakan di lapangan Pancasila, pada hari Sabtu (28/9/2019) mendatang.

“Dimulai pukul 04.00 Wita sampai selesai,” kata drh Bur, Kamis (26/9).

Selain vaksin, lanjut Bur, dalam kegiatan tersebut juga diadakan suntik vitamin gratis dan pemeriksaan kesehatan hewan gratis.

“Masyarakat yang punya hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kera dan musang, bisa membawanya ke lapangan Pancasila pada hari Sabtu sore untuk mendapatkan vaksin dan pemeriksaan gratis,” jelas Bur.

“Kami harapkan hadir ikut serta untuk memvaksin hewan kesayangannya secara rutin,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, bahwa tanggal 28 September mendatang, dunia merayakan The World Rabies Day (WRD) atau rabies dunia dalam rangka membangun aksi dan kepedulian masyarakat.

Nantinya, tema yang diusung dalam WRD tahun 2019 adalah “VACCINATE TO ELIMINATE”. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk membebaskan manusia dari rabies pada tahun 2030.

Rabies, kata Bur, merupakan penyakit hewan yang menular ke manusia dikenal dengan istilah zoonosis yang disebabkan oleh virus dan berakibat fatal atau mematikan. Sekalipun rabies bersifat FATAL tetapi 100% dapat DICEGAH.

Hampir semua 99% kasus rabies pada manusia disebabkan oleh gigitan anjing dan 40% kasus rabies terjadi pada anak-anak di bawah umur 15 tahun.

Menurut CDC Amerika Serikat, kematian manusia akibat rabies di dunia terjadi setiap 9 menit. Sayangnya, rabies belum banyak menjadi perhatian serius pemerintah dalam hal penanggulangannya.

WHO mengategorikan rabies sebagai ‘Neglected Zoonotic Disease’ atau “Penyakit Zoonotik Terabaikan”. Istilah neglected terabaikan menggambarkan bahwa penyakit banyak terjadi pada masyarakat miskin dan termarginalkan dengan sumberdaya yang rendah.

Tindakan pengendalian penyakit zoonotik (zoonosis) yang paling efektif dan efisien adalah ‘Pengendalian di Hewan’.

Pada pengendalian rabies maka diperlukan pengendalian rabies di anjing dan Hewan Penular/Pembawa Rabies (HPR), seperti kucing, monyet/kera, dan kelelawar, misalnya vaksinasi pada anjing atau HPR.

Jika 70% populasi anjing tervaksinasi maka secara bertahap rabies pada anjing dapat terkendali yang tentunya dapat menghentikan kasus rabies pada manusia dan hewan lain.

Selain vaksinasi rabies pada anjing, titik kritis pencegahan rabies pada manusia adalah “penanganan luka gigitan anjing pada manusia”.

Pencucian luka gigitan dengan air sabun dan air mengalir selama 15 menit dapat mencegah rabies pada orang yang tergigit anjing.(Ujungpandang Pos/Tiara)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment