Destinasi Rongkong, Bupati Indah Bilang Begini  

UPOS, Luwu Utara– Kecamatan Rongkong, kini menjadi primadona untuk berakhir pekan. Setiap akhir pekan, Rongkong menjadi destinasi paling sering dikunjungi, tak hanya warga Luwu Utara, tapi juga warga di luar Kabupaten Luwu Utara.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menghabiskan akhir pekannya dengan mengunjungi Agrowisata Buntu Lemo, di Dusun Manganan Desa Rinding Allo Kecamatan Rongkong.

Indah tampak menikmati setiap momen selama kunjungannya itu. Orang nomor satu di Luwu Utara ini, juga melihat langsung beberapa kebun sayuran dataran tinggi dan memetik sayuran.

Tak hanya sayuran, di kebun itu juga terdapat buah-buahan seperti alpukat dan strawberry yang terlihat masih segar. Pagi itu, Indah begitu menikmatinya.

“Weekend kemarin, saya bersama Ketua DPRD, Pak Basir berkunjung ke Rongkong. Kami bertemu Muslim, pemuda Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong yang berprofesi sebagai perawat dan kini meraih omset hingga puluhan juta setiap bulan dari hasil bertani,” ujar Indah, melalui keterangannya, Senin (12/07/2021).

Indah menjelaskan, lahan yang ada, sebenarnya tidak terlalu luas. Namun, keinginan anak muda di sini dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayuran dataran tinggi, seperti kol, mentimun, cabe, tomat dan lain sebagainya, tidak perlu diragukan.

“Melalui kolaborasi PPL dan warga di sini, dan didukung oleh anak-anak mudanya, lahan yang tidak terlalu luas ini bisa berhasil seperti yang kita lihat,” terang Bupati Indah.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan dari warga setempat, setiap keluarga di sini bisa menghasilkan Rp1 juta hingga Rp3 juta setiap minggunya.

“Itu baru tanaman cabe dan tomat, belum lagi tanaman lainnya seperti kol, sawi, daun bawang dan sayuran lainnya. Kemudian dikembangkan tanaman lainnya seperti strawberry dan alpukat,” katanya.

“Untuk tanaman, kata Muslim, sudah berjalan sekira 1 tahun 6 bulan. Kalau wisata baru lima bulan. Berawal dari teman-teman di Kelompok Wisata Buntu Lemo, bersama Muslim membuat spot foto yang terbuat dari anyaman bambu dengan latar belakang panorama alam Rongkong yang memang sangat potensial untuk dikembangkan,” imbuhnya.

Ditanya soal omset, Muslim yang merupakan alumni Keperawatan Stikes Luwu Raya Palopo ini menyebutkan khusus wisata, untuk masuk ke sini, tiap wisatawan harus membayar Rp5000/orang. Kalau untuk memetik cabai dikenakan biaya Rp35.000/kilo.

Pengunjung juga bisa langsung membeli hasil pertanian yang telah disediakan. Soal penghasilan, dari wisata biasanya Rp2,9 juta/minggu dan untuk pertanian Rp4 juta/minggu. Selain dibeli pengunjung, hasil pertaniannya juga dibeli pedagang dan dikirim ke Palopo, Toraja, Morowali, Pare-pare, hingga ke Makassar.

“Saya hadir dan tentu mengapresiasi langkah Muslim bersama pemuda di Rongkong yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Buntu Lemo. Saya ingat sekali dulu Pak Ketua DPRD marah karena warga yang kerap membeli sayur yang dibawa penjual dari luar,” tambah bupati perempuan pertama di Sulsel itu.

“Lahan yang subur, didukung iklim yang dingin, tentu menunjang keberhasilan,” jelasnya.

Sekadar diketahui, program Desa Wisata Agro di Kecamatan Rongkong adalah aspirasi Anggota DPR-RI Wilayah Sulsel III, Muhammad Fauzi.

Selain desa wisata di dusun Manganan, rencananya juga akan dilakukan pengembangan desa wisata di dusun Salurante. Di mana di dusun ini nantinya akan diintervensi untuk homestay dan wisata budaya, terutama untuk terasering yang cantik, kemudian dilengkapi dengan Galeri Tenun Tongkong.

“Ini akan menjadi andalan agrowisata Luwu Utara dan kita sangat bersyukur karena disambut baik oleh anak-anak muda di sini, meski masih ada sedikit PR untuk kita benahi, tapi secara umum, jalan sudah bagus, sehingga wisatawan bisa menjangkau lokasi ini dengan baik,” ungkap bupati dua periode itu.

Sementara itu, Muslim, selaku pemilik lahan mengungkapkan, bahwa untuk wisata tanaman sayuran sudah setahun 6 bulan, tapi untuk wisata Buntu Lemo baru 5 bulan.

“Kalau untuk harga strawberry saat ini sebesar Rp 35.000 per kilo, tapi itu tergantung harga pasaran, dan untuk lokasinya hampir satu hektar. Kalau untuk pasarannya, sudah dikirim keluar daerah, seperti ke Morowali, Makassar, dan Parepare. Insya Allah, untuk dua bulan ke depan, kita akan melakukan panen perdana strawberry,” ucapnya.

Turut hadir mendampingi Bupati Indah, Ketua DPRD Luwu Utara Basir, dan Camat Rongkong Haenuddin. (Arman)

Pos terkait