Tak Beri Ijin Indomaret/Alfamidi, Bupati Lombok Utara Bangun Bumdes Mart

oleh
Tim project Right To Food (RTF) terdiri dari KRKP (Kota Bogor), KATALIS (Maros/Luwu Utara), MASSTER (Sumba Timur), YLKMP (Lombok Utara), Ayu Tani (Flores Timur) audiens Bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/4/2018).

UPOS, Lombok Utara– Berbagi pembelajaran dan menthorship Project Right To Food (RTF) Koalisi rakyat untuk kedaulatan pangan oleh Tim project Right To Food (RTF) terdiri dari KRKP (Kota Bogor), KATALIS (Maros/Luwu Utara), MASSTER (Sumba Timur), YLKMP (Lombok Utara), Ayu Tani (Flores Timur) audiens Bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Kamis (3/4/2018).

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, bersama para kadis dan staf ahli terkait di Aula Bupati Jl. Lapangan Supersemar, Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Bupati Lombok Utara melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sinar Udiarto, mengatakan bahwa salah satu kebijakan Bupati Lombok Utara yang berpihak kepada rakyat sesuai hasil dalam menumbuhkan ekonomi kearifan lokal Lombok Utara yaitu tidak memberikannya ruang atau ijin membuka usaha indomaret atau alfamidi di wilayah yang ia pimpin.

“Namun justru membuka kesempatan kepada masyarakat agar dapat berinovasi. Dari hasil inovasi masyarakat kemudian di jual di Bumdes Mart. Bumdes Mart ini salah satu program unggulan Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar yang merupakan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, “ujarnya.

“Bumdes Mart ini kami sudah launching enam (6) unit yang mendapat suntikan dana 100 juta dari pemerintah desa. Salah satu Bumdes Mart seperti di Desa Anyar Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara pendapat pertahunnya 100 lebih pertahunnya, “tutupnya.

Sementara, Kordinator Katalis Luwu Raya Muhammad, Sahaka mengapresiasi atas kebijakan Bupati Lombok Utara karena program unggulannya betul betul berpihak kepada masyarakat.

“Program ini, pro rakyat yang dapat menumbuhkan ekonomi kearifan lokal daerah Lombok Utara, “singkatnya.

Lanjut Sahaka, dirinya akan mendorong program tersebut kepada pemerintah daerah, supaya dapat mencontohi program bupati lombok untuk di tetapkan di Luwu Utara. “Ini dapat menghidupkan ekonomi lokal dengan penerapan inovasi kreatif masyarakat, “tutupnya.(Titto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *