Seminar Nasional, IDP Ungkap Inovasi Kebijakan Pembangunan Pertanian

oleh

UPOS, Luwu Utara– Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menjadi Narasumber kegiatan Seminar Nasional dalam rangka Hari Perempuan Internasional (HPI), Rabu (11/3/2020), di Aula La Galigo Kantor Bupati Luwu Utara. Selain Bupati, narasumber lain adalah Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Usep Setiawan, Majelis Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Hariadi dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Koordinator Nasional Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP) Deny Rahadian, serta Duta Petani Muda Indonesia 2016 Afni. Seminar dipandu oleh moderator Ferry Widodo, Staf Penguatan Organisasi KPA.

Bupati dalam Seminar Nasional yang diikuti 300-an peserta yang terdiri dari Perempuan Pejuang Pangan, Duta Petani Muda, Duta Pangan, serta seluruh Penyuluh Pertanian Kabupaten Luwu Utara, ini mengangkat judul “Inovasi Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Pangan di Kabupaten Luwu Utara”. Dalam pemaparannya, Bupati Indah Putri Indriani menyebutkan ada beberapa inovasi kebijakan pemerintah daerah di dalam mendukung percepatan pembangunan di sektor pertanian dan pangan di Kabupaten Luwu Utara.

Inovasi itu di antaranya adalah inovasi dalam bentuk dukungan pemerintah daerah, baik itu dukungan regulasi maupun anggaran. “Dukungan regulasi, kita ada Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Perda Pelestarian Sagu, dan Perbub Dewan Ketahanan Pangan. Sementara dukungan anggaran, setidaknya ada empat Perangkat Daerah yaitu Dinas TPHP, DKP, Disnak Keswan dan Dinas Perikanan, plus Dinas PUPR, yang kita dukung melalui anggaran yang memadai untuk pembangunan di sektor pertanian,” jelas Indah.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah daerah juga mengeluarkan kebijakan terkait perencanaan program dan penganggaran responsif gender melalui sebuah Peraturan Bupati. “Jangan lupa, kita juga melakukan pendaftaran varietas ungggul lokal Luwu Utara di Kementerian Pertanian yaitu 8 varietas unggul padi lokal Luwu Utara, serta klon kakao unggul MCC 01 dan MCC 02 yang semuanya telah terdaftar,” terangnya. Bukan itu saja, ia menyebutkan beberapa inovasi di antaranya Gerakan Pemanfaatan Pekarangan Rumah, Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan (Getar Dilan), dan Gerakan Makan Ikan (Gemarikan).

Dalam sesi diskusi, Bupati beralias IDP ini dicecar berbagai pertanyaan dari peserta, salah satunya bagaimana komitmen pemerintah daerah dalam mengawal para pejuang pangan yang ada di Kabupaten Luwu Utara. Sebagai seorang Bupati perempuan, dan pertama dalam sejarah di Provinsi Sulawesi Selatan, Indah membeberkan kondisi masyarakat Kabupaten Luwu Utara, di mana penduduknya 75% mata pencahariannya adalah bertani. “Pemerintah daerah terus berupaya, dan Alhamdulillah baru-baru ini ada puluhan ribu petak tanah telah dibebaskan statusnya untuk dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkap IDP.

Ia pun memastikan lahan tersebut telah terkelola dengan baik. “Kita tidak perlu berbicara tentang luas lahan, tapi mari kita ajak masyarakat untuk melihat aset yang kita miliki, kemudian kita kelola secara baik dan maksimal agar lahan-lahan ini memiliki nilai tambah bagi masyarakat itu sendiri, karena rugi kalau kita punya aset luas tapi tidak terkelola dengan baik,” pungkas isteri Anggota DPR-RI, Muhammad Fauzi, ini. Sekadar diketahui, tema yang diangkat pada seminar kali ini adalah Kontribusi Perempuan dan Generasi Muda Dalam Pertanian, Pengentasan Kemiskinan, serta Perwujudan Hak Atas Pangan di Masa Depan.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *