Puas Dengan Inovasi Desa, Wabup Lutim Borong Produk Inovasi

oleh

UPOS, Luwu Timur – Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam puas dengan produk Inovasi Desa yang di Pamerkan di Bursa Inovasi Desa , di Gedung Pertemuan Bantea, Wawondula Kec.Towuti, Selasa (23/7/2019)

Dalam Bursa Inovasi Desa Region III yang meliputi Kec. Wasuponda, Nuha dan Towuti ini warga sudah memperlihatkan hasil inovasi mereka dari tahun ke tahun.

” Ini baru mantap, hasil inovasinya jelas, dengan begini Pemda bisa tahu bahwa program Bursa Inovasi Desa ini benar membawa manfaat , penguatan disektor Kewira Usahaan dan Pemberdayaan potensi lokal sudah kelihatan ” Ujar Irwan saat memantau hasil inovasi desa setahun terakhir

Irwan juga menghimbau agar warga Luwu Timur membeli produk yang sudah dihasilkan oleh para pelaku usaha ditingkat desa. Tujuannya agar perputaran uang berjalan lancar dan produksi tetap berjalan lancar.

” Kalau kita ingin UMKM kita maju dan berkembang kita harus membelinya dan menggunakan produk lokal “Pungkas Irwan

Tak hanya sekedar mengajak, Irwan Bachri Syam malah membuktikan ucapannya dengan memborong semua produk makanan olahan dan minuman herbal yang dipajang di Bursa Inovasi Desa tersebut.

” Saya beli karena saya suka, selain karena cita rasanya yang enak, sejumlah produk tersebut sudah dikemas dengan profesional ” Tandas Irwan

 

Produk UMKM yang di pamerkan pada Bursa Inovasi Desa yang mengusung teman ” Wanua Mappatuo Na Ewai Alena” tersebut, adalah salah satu bentuk inovasi yang dilakukan desa dari sekian banyak inovasi lainnya, untuk memajukan desa mereka.

Irwan meminta agar program inovasi desa region III, Kecamatan Wasuponda, Towuti, dan Nuha itu dapat bersinergi dengan program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) yang telah diluncurkan pemerintah kabupaten Luwu timur bersama PT Vale , pada empat wilayah pemberdayaan.

”Jadi inovasi yang akan diterapkan sebaiknya sesuai dengan kawasan yang ditetapkan dalam program PKPM agar betul-betul efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat”. Terang Irwan.

Menurutnya manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat jika program yang diterapkan tidak saling tumpang-tindih dan tepat sasaran.

Program PKPM yang telah berjalan sejak tahun lalu itu diterapkan di 38 desa, empat kecamatan melalui 10 kawasan pengembangan sesuai karakteristik dan potensi wilayahnya seperti pertanian, pariwisata, industri, UMKM, hingga peternakan untuk periode 5 tahun (2019-2022). (Hms – UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *