Pelatihan BTCLS Untuk Meningkatkan Kompetensi Perawat Di Luwu Timur

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Puluhan Perawat di Kabupaten Luwu Timur mengikuti Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support ( BTCLS ) 2020 . Kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas tenaga perawat yang ada diseluruh Puskesmas dan Rmah sakit di Luwu Timur .

Kegiatan BTCLS ini dibuka secara virtual oleh Kepala BKPSDM Luwu Timur Kamal Rasyid diikuti sekitar 60 perawat yang tersebar diseluruh Puskesmas . Dihadiri juga Kepala PPNI Luwu Timur, Muhlis Katili , Ketua HIGABI Sulsel Arman dan Kabid Perencanaan evaluasi dan Pengembangan Kepegawaian ,Eksa Putra Kusuma Yani .

Menurut Muhlis Katili selaku Panitia, Pelatihan BTCLS ini mutlak harus dilaksanakan sebagai salah satu prasyarat yang harus dimiliki seorang perawat yang bekerja dipelayanan kesehatan yang ditempatkan di Puskesmas dan Rumah sakit .

Untuk lewat pelatihan ini akan meningkatkan profesionalisme dan kemampuan peserta dalam mengatasi kasus-kasus kegawat daruratan . Juga akan menambah wawasan dari segi ilmu pengetahuan dan keterampilan sehingga akan meningkatkan rasa percaya diri dalam menangani kasus-kasus yang dianggap gawat darurat .

” Jadi lewat pelatihan ini diharapkan tenaga perawat yang mengabdi di Kabupate Luwu Timur akan semakin profesional , tidak canggung lagi dalam menangani kasus yang sifatnya kegawat daruratan . ” Ungkap Muhlis Katili.

Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu Timur , Kamal Rasyid mewakili Bupati Luwu Timur saat membuka kegiatan tersebut secara virtual , mengatakan atas nama pimpinan daerah mengucapkan apresiasi dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia ( HIGABI ) Sulawesi Selatan termasuk kepada PPNI yang telah memberikan kontribusinya terkait peningkatan SDM perawat Luwu Timur .

Menurut Kamal, Sektor kesehatan harus ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap proses pembangunan bangsa . Karena sektor kesehatan merupakan hak dasar masyarakat dan pemerintah wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan adil bagi seluruh masyarakat .

Diakui tenaga medis yang menjalankan tugas digarda terdepan selama pandemi ini memiliki resiko besar terpapar virus Corona .Termasuk perawat yang bertugas di Unit Gawat Darurat . ” Kita prihatin dengan hal tersebut . Tapi kita tidak boleh menyerah pada keadaan ini dan tetap harus berusaha dan bekerja sama mengatasi pandemic ini . ” Ungkap Kamal .

Semua petugas kesehatan berkewajiban untuk memberikan pertolongan kegawat daruratan dengan cepat dan tepat . Terutama perawat yang berada di garis terdepan baik difasiltas pelayanan kesehatan maupun diarea pra rumah sakit .

Olehnya itu Perawat harus memiliki kompetensi dalam menangani masalah kegawat daruratan akibat trauma dan gangguan kardiovaskuler . Salah satu cara meningkatkan kompetensi itu adalah lewat pelatihan BTCSL ini .

Tentunya lewat pelatihan ini diharapkan tenaga perawat Luwu Timur nantinya sudah bisa semaksimal mungkin menangani pasien gawat darurat dengan tepat . Sehingga dapat menekan tingkat kecacatan maupun kematian akibat kasus trauma dan jantung .

” Untuk itu kepada seluruh peserta yang mengikuti Pelatihan ini supaya serius karena kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas anda sendiri sehingga menjadi lebih profesional dan percaya diri saat menangani kasus kegawatdaruratan . ” Tutup Kamal . ( UjungpandangPos/***)

Penulis : ***
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment