Melawan Dominasi Vietnam di Sektor Lada Dari Luwu Timur

oleh

UPOS, Luwu Timur – Melawan dominasi Vietnam di sektor perdagangan lada dunia, Petani Merica di Luwu Timur di minta tidak putus asa dan pindah ke tanaman yang lain . Anjloknya harga merica saat ini sudah membuat sebahagian petani merica beralih ketanaman yang lain bahkan banyak kebun merica yang terlantar. Demikian kata Basrul Gandong Kabid Tanaman semusim dan rempah Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan saat melakukan pertemuan dengan para kelompok tani merica Luwu Timur, Rabu (27/3/2019)

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan Fasilitasi Pembentukan Indikasi Geografis Lada. Luwu Timur menjadi perhatian karena untuk sektor lada Sulawesi Selatan mengandalkan produksi lada dari Luwu Timur. karena sudah ada keputusan Dewan Rempah menyatakan Lada dari Mahalona raya yang terbaik di dunia.

Namun predikat kualitas merica terbaik ini berjalan mundur, karena harga merica ditentukan oleh Vietnam. Kenapa hal itu terjadi karena Vietnam berhasil mengambil alih dominasi Indonesia di sektor merica. Vietnam berhasil mendongkrak produksi mericanya secara besar-besaran. Satu hektar mericanya berhasil memproduksi lada sebanyak 1500 sampai 2000 kilogram. Sementara Indonesia hanya bisa mencapi 600 sampai 800 kilogram dalam sehektar.

Seiring dengan meningkatnya produksi mericanya Vietnam berhasil menguasai perdagangan lada dunia dengan persentase ekspor 58 persen sementara Indonesia hanya 14 sampai 20 persen saja. Sehingga Vitenam bebas memainkan harga pasaran . Untuk melawan dominasi ini caranya adalah petani tetap menggeluti sektor lada, meningkatkan produksinya. ” Jika produksi kita meningkat sampai tiga kali lipat maka volume ekspor kita akan meningkat dengan demikian kita bisa menentukan harga pasaran ” Ujar Basrul Gandong

Saat ini di Indonesia seluruh petani merica tidak bersemangat lagi, harga yang dibawah standart tidak bisa menutupi biaya oprasional. sehingga banyak yang beralih ke tanaman lain bahkan ada yang sudah menjual lahan mericanya.

” Nah kalau kita semua mau melawan dominasi Vietnam ini, petani harus tetap bertahan, tingkatkan produksi, permantap kualitas, dengan demikian kita bisa memenangkan perang dagang ini ” Pungkas Basrul

Pertemuan ini juga melibatkan kepala dinas Pertanian Luwu Timur, Muharif, Dinas Perdagangan , Koperasi Luwu Timur dan Kelompok Tani Lada Luwu Timur. ( UjungpandangPos /***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *