Mantap, BPBD Sulsel Akui Simulasi RTD di Lutim

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Puncak Simulasi Tanggap Darurat Bendungan Seri Sungai Larona yang dilakukan PT Vale dan Pemerintah Luwu Timur mendapat pengakuan dari BPBD Provinsi Sulawesi Selatan. Selain mendekati sempurna simulasi ini mampu melibatkan masyarakat dan Ormas.

” Tidak gampang melibatkan personil sebanyak ini, ini harus ada motor penggeraknya dan tipikal masyarakatnya juga yang sadar akan bahaya yang akan dihadapi ” Ujar Endro Yudo Waryono. Kabid Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Prov Sulsel.Saat menyaksikan Simulasi RTD di Lapangan Merdeka Malili, Rabu (11/12/2019)

Menurut Endro, tujuan Simulasi RTD ini agar setiap keluarga bisa mengevakuasi keluarga sendiri sehingga terbentuklah keluarga tangguh bencana ” Ujar Endro

Setelah mengamati dari awal sampai akhir,  proses simulasi ini luar biasa. Dimana ada sinergitas sangat kuat antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat.

“Terkait dengan tahapan -tahapan simulasi hari ini nyaris sempurna, saya acungkan jempol untuk ini ” Ungkap.Endro

Ouputnya dari kegiatan ini masyarakat yang terdampak mereka bisa mengevakuasi diri mereka sendiri. Mulai dari anak, isteri, dan tetangganya.

 

Tahun depan desa -desa pendukung dari desa yang terdampak harus dilibatkan juga. Sehingga makin banyak keluarga tangguh bencana maka akan makin banyak pula desa tangguh bencana di Lutim.

Budiawan Syah , Emergency Commander PT Vale, mengatakan Luwu Timur selain kaya akan Sumber Daya Alamnya, juga ” kaya potensi bencana”.

Olehnya itu sebagai wujud nyata PT Vale, terhadap ancaman bencana alam ini maka dilakukanlah Simulasi Tanggap Darurat Bendungan Seri Sungai Larona.

Kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat, pemerintah, telah berperan aktif dalam kegiatan ini. Lewat kegiatan ini warga tahu cara menyelamatkan diri dan tahu dimana titik kumpul untuk di evakuasi.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Luwu Timur, Muh.Zabur mengatakan, Simulasi ini akan rutin dilakukan setiap tahun agar warga paham tanda -tanda bencana yang akan dihadapi.

Rencana setelah ini BPBD akan melakukan Simulasi Tanggap Darurat di setiap desa terdampak. Tujuannya agar pelibatan warga lebih spesifik.

” Setelah ini kami akan melakukan simulasi perdesa, agar masing-masing desa sudah siap dan lebih paham mengevakuasi diri jika bencana datang ” Ujar Zabur

Pemantauan di lapangan , satu materi yang tidak diterapkan dalam simulasi ini yaitu materi evakuasi warga menggunakan tali menyeberang sungai. Materi ini sempat di perankan sebelum memasuki hari H simulasi.

Sementara materi evakuasi korban tenggelam di sungai di lakoni dan ternyata mendapat perhatian dari warga.

Dimana para relawan, Rescue PT Vale dan Basarnas dalam sekenarionya memerankan evakuasi korban meninggal dan tersangkut di jembatan sungai Malili.

Proses evakuasi ini mendapat perhatian warga sehingga jalanan jadi macet dipenuhi warga yang menonton .

Selain itu simulasi lainnya tidak berubah seperti evakuasi ibu hamil, orang tua dan anak -anak ke posko induk yang dipersiapkan dilapangan merdeka Malili. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment