Luwu Timur Lebih Berkesan Bagi Para Raja dan Sultan Senusantara

oleh

UPOS,Luwu Timur – Sejumlah Raja dan Sultan yang datang ke wilayah Kedatuan Luwu , yakni Kabupaten Luwu Timur mengaku Luwu Timur meninggalkan Kesan yang sulit di lupakan.

Keramahan, Kesatuan antara pemimpin dan yang dipimpan sangat nampak. Demikian kata Datok Sri Tengku Daeng Bahar Ismail kerabat Datu Luwu zuriat  Opu Deng Marewah dari Malaysia saat di konfirmasi, Kamis (12/9/2019)

Awalnya dia merasa menjangkau satu persatu wilayah Kedatuan Luwu dalam rangkaian FKN sangat melelahkan. Karena dari satu tempat ke tempat lain sangat jauh.

Namun kelelahan itu lenyap seketika diganti dengan rasa suka setelah sampai di Lutim. Di Lutim mendapat jamuan dengan baik. Disuguhkan hiburan berupa pementasan Teater Ilagaligo yang berjudul Sawerigading Pulang Kampung.

” Saye dah dengar name Ilagaligo itu, tapi tak penuh saye memahaminye, pastilah saye penasaran, tadi malam dah tengok kisah tu sampai habes, Luar biaselah kisahnye, apelagi di lakonkan gades dan bujang yang hemat saye sangat terampel , saye kagom dan sangat terhibur ” Terang Datok Sri Tengku Daeng Bahar Ismail.

Lajut dikatakannya, Permainan pencahayaan diatas panggung juga sangat baik, lagu dan musik yang mengiringi pementasan tersebut sangat khas “Ini buat mate saye tak sedetik pon nak berkedip ” Tandas Datok Sri Tengku Daeng Baha

Kesimpulannya teater Ilagaligo yang sudah usai dipentaskan itu mengisahkan penderitaan batin Sawerigading dalam menggapai cinta sejati. ” Sungguh pelik kisahnya ya tandas Datok

Sebagai wujud ungkapan terimakasihnya, Raja Malaysia ini memberikan Cindera Mata buat Datu Luwu dan Bupati Luwu Tinur. Selain itu Kesultanan Selangor juga memberikan Cindera Mata buat Bupati Lutim.

Raja Samu-Samu VI  De Laatste van Koning Stamboom, Sekretaris Jenderal Silatnas Raja Sultan Nusantara Indonesia , dihari terakhir di Lutim mengaku akan berinvestasi di Luwu Timur dengan membangun pabrik pengolahan kayu Gaharu.

” Tabe yang paduka Datu Luwu, Pak Bupati Luwu Timur, Beta sudah mensurvei awal, dan Beta bertekat akan membangun Pabrik Pengolahan Kayu Gaharu karena disini potensinya sangat bagus. “Terang Raja Samu -Samu.

Pabrik Gaharu yang akan dibangub nantinya, bukan dalam bentuk glondongan, melainkan semua proses mulai dari kayu sampai daun gaharu di olah di Lutim.

Untuk itu setelah ini akan adalagi kunjungan ke Lutim untuk memulai pembicaraan pembudidayaan Gaharu dan Pembangunan Pabrik Gaharu.

Bupati Luwu Timur, Muh.Thorig Husler menyampaikan terimakasih buat para Raja dan Suktan telah sudi datang di Lutim Bumi Batara Guru.

Disinilah Batara Guru itu turun dari dunia atas, dan di Lutim inilah Peradaban Tana Luwu itu lahir. Maka dari itu Lutim salah satu daerah di Sulsel yang kaya akan Sumber Daya Alamnya.

Sebenarnya, sebagai tuan rumah kami masih ingin para Raja dan Sultan ini lebih lama tinggal di Lutim. Karena kami masih punya sejumlah obyek wisata yang ingin rasanya kami membawa para Raja dan Sultan menikmati alam Luwu Timur.

” Kami disini punya tiga danau terdalam di asia dan terluas, Punya permandian air terjun dan ada juga pantai , Sayang ini tidak bisa kami wujudkan karena para Raja dan Sultan hanya dua hari saja di Lutim ” Terang Husler

Sebagai penutup Husler mengatakan atas nama warga Luwu Timur menghaturkan maaf yang sedalam – dalamnya jika ada kekurangan dalam pelayanan selama di Lutim. Dan berharap setelah ini ada utusan para Raja dan Sultan ini datang lagi ke Lutim untuk berwisata. (UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *