Kemendagri Blokir Server E-KTP Disdukcapil, Ini Reaksi Pj Walikota

oleh

UPOS, Palopo– Pasca pemutusan jaringan atau pemblokiran server Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Palopo oleh Kemendagri Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Pj. Walikota Palopo, Andi Arwien Azis angkat bicara.

Andi Arwien mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian tersebut, terlebih hingga kini server belum dibuka kembali, lantaran Pemkot Palopo dianggap telah melanggar ketentuan dalam tata cara penggantian dan pemberhetian pejabat pada unit kerja yg menangani urusan administrasi kependudukan sesuai Permendagri 76 tahun 2015, dimana Walikota telah melakukan mutasi pejabat pimpinan tinggi pratama Dinas Dukcapil Kota Palopo pada 11 Agustus 2017 yang lalu dari Asir Mangopo ke pejabat baru Akram Risa.

“Kami prihatin karena imbasnya pada layanan publik, masyarakat yang jadi korban, jadi kita akan upayakan pengembalian kembali pejabat yang telah diakui Kemendagri, agar layanan ini bisa kembali berjalan normal, kita sementara koordinasi soal itu, “kata Arwien disela- sela kesibukannya menghadiri suatu kegiatan di Kota Makassar, Selasa (31/07/2018).

Pengembalian pejabat baru ke pejabat lama Dukcapil ini pun harus dilakukan secara hati-hati, mengingat ada ketentuan-ketentuan yang tidak boleh dilanggar yang rentan menimbulkan masalah baru.

Selain itu, Pj. Walikota Palopo, Andi Arwien Azis juga telah melakukan kordinasi dengan Pj. Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono sekaitan dengan permasalahan pembokiran server tersebut.

Kabid Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Palopo, Ishak Idris mengatakan, ada sekitar 90 Suket yang terpaksa dikeluarkan Dukcapil Palopo sejak 12 Juli 2018, saat sistem online dari server diblokir. Meski begitu, kata dia, pelayananan Kartu Keluarga (KK) dan Pencatatan Sipil tetap berjalan normal.

“Pemutusan ini hanya berpengaruh pada pengurusan E-KTP namun untuk pengurusan KK dan Pencatatan Sipil tidak ada masalah, hanya saja karena lagi masanya mengurus E-KTP bagi Bacaleg, juga bagi pendaftar yang masuk Perguruan Tinggi dan adanya pengurusan berkas bagi CPNS maka ini bisa berpengaruh, semakin hari pasti akan bertambah, karena kita hanya bisa keluarkan Suket dulu untuk sementara, ”jelasnya.(Ujungpandang Pos/Zadly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *