Ini Pandangan Ani Nurbani Terkait Hasil Survei

oleh

UPOS, Luwu Timur – Calon anggota DPR RI Dapil 3 Sulawesi Selatan dari partai Nasdem dr Ani Nurbani mengatakan, Hasil survei elektibilitas yang sekarang banyak dilansir di media sosial jangan dulu diyakini posisi seorang caleg sudah aman. Karena banyak survei justru hasilnya terbalik dengan hasil akhir.Demikian di ungkapkannya menanggapi klaim survei yang saat ini marak di publis di media sosial. Jumat (1/3/2019)

Menurut Ani Nurbani, survei kerap dipakai untuk mengkampanyekan calon tertentu, hal itu bisa ditafsirkan karena caleg itu belum dikenal dimasyarakat sehingga menggunakan lembaga survei untuk mendongkrak elektibilitasnya.

“Itu  tidak salah sih, tapi kalau saya secara pribadi menilai bahwasanya hal tersebut dilakukan mungkin calegnya kurang pede atau masih butuh dikenal oleh masyarakat.” Ujar Ani

Lebih lanjut caleg dengan jargon bu dokter ini menambahkan bahwa calon pemilih kita sudah sangat cerdas dalam mencermati opini publik yang kadang menjadi bahan jualan oleh beberapa caleg, padahal kita lihat hasil pilkada dibeberapa daerah yang hasil surveinya sangat tinggi justru tumbang oleh kandidat yang melakukan pergerakan langsung ke masyarakat.

Setiap caleg punya strategi masing masing dalam menggiring opini publik tapi apakah masyarakat kita masih ingin terus di suguhkan sesuatu hal yang metodenya hanya diketahui oleh pihak pemberi hasil.

” Lebih baik kita berkompetisi sehat dengan kerja kerja politik yang sehat pula,”  Kata  Ani Nurbani

Junaid Panangkasi warga Bone –  Bone, Luwu Utara, mengatakan, secara pribadi ia melihat  hasil survei yang beredar di sosial media bahkan media online terkesan dipaksakan, khusus untuk DPR RI Dapil 3 contohnya survei melakukan sampling pemilih hanya dalam waktu 10 hari sementara dapil 3 ini sebanyak 9 kabupaten, artinya 1 hari 1 kabupaten dengan jumlah DPT perkabupaten ribuan jiwa kita bisa telaah hasilnya seperti apa,jelas Junaid

Pria yang akrab disapa bang Junaid ini menambahkan bahwa pengalaman perhelatan pesta demokrasi sudah begitu banyak yang kita lihat dimana hasil survei tiap kontestan ditentukan oleh kedekatan lembaga survei tersebut dengan kandidat, Masyarakat saya pikir sudah cukup cerdas dalam mencermati hasil survei apalagi jika lembaganya hanya hadir pada saat momentum tertentu.

“Menurut saya caleg mestinya percaya diri dengan apa yang akan diperbuat kepada masyarakat, jangan sampai hasil surveinya asal bos senang saja sementara keok di TPS, tutupnya.(UjungpandagPos/***)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *