Ini Makna JPRL ke 74 Di Luwu Timur

oleh

UPOS,Luwu Timur – Makna Hari Perlawanan Rakyat Luwu Ke 74 dan Hari Jadi Luwu ke 752 bagi Luwu Raya adalah Membangun Daerah, Membangun Sumber Daya Manusia. Demikian kata Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler saat menyampaikan pidatonya di acara tersebut, Kamis, (23/01/2020).

Menurut Husler, peringatan serimonial ini sangat penting agar kita tidak melupakan sejarah masa lalu.Namun kondisinya sudah berubah,perjuangan kita bukan lagi mengangkat senjata, bukan lagi bunuh membunuh, tapi bagaimana kita melanjutkan buah dari perlawanan rakyat Luwu tersebut dengan membangun daerah kita.

” Tana Luwu memiliki potensi daerah masing-masing, inilah modal kita untuk membangun daerah. Meningkatkan Sumber Daya Manusianya sehingga program pembangunan yang dilahirkan benar -benar efektip untuk masyarakat ” Ungkap Husler

Wakil.Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaeman, dalam.Pidatonya di Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 74 dan Hari Jadi Luwu ke- 752 mengatakan untuk Tana Luwu Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah berbuat adil.

” Kami sudah berbuat untuk Luwu, Palopo, Luwu Utara,dan Luwu Timur, Di Luwu Timur akses jalan kebatas Betleme Sulawesi Tengah sudah kami tingkatkan, jika kami tidak hadir di Tana Luwu maka paket pembangunannya yang kami kirim ” Ungkap Sudirman.

Selanjutnya ia menambahkan selama memimpin Sulawesi Selatan, pak Gubernur akan menerapkan sila kelima yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakya Indonesia. Tidak ada yang kami beda -bedakan.

Di Luwu Utara, jika sebelumnya orang ke Kecamatan Seko dengan sehari perjalanan kami bangun jalannya dan sekaran hanya satu jam saja orang sudah tiba di Seko . ” Prinsip Justice keadilan inilah yang kami terapkan dalam menjalankan pemerintahan, dan tidak afa diskriminasi ” Ungkapnya

Peringatan Hari Perlawanan ini juga ditandai dengan penyerahan Kendaraan Oprasional Desa, Mobil Jenazah, Bus Sekolah dan kendaraan oprasional Roda Dua buat Polres Luwu Timur.

Acara ini juga disemarakkan dengan pertunjukan tarian kolosal Opu Daeng Risaju yang melibatkan seratus penari yang dibawakan oleh para pelajar Luwu Timur. ( UjungpandangPos/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *