Di Sigi, Husler- Irwan Serahkan Langsung Bantuan

oleh

UPOS, Sigi– Bantuan masyarakat Kabupaten Luwu Timur untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sudah tersalurkan.

Proses penyalurannya dilakukan langsung Bupati Luwu Timur, Muhammad Thorig Husler bersama Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, Selasa (9/10/2018) di wilayah Kabupaten Sigi.

Husler mengarahkan penyaluran bantuannya ke Kabupaten Sigi setelah mendapat informasi ada korban gempa yang belum tersentuh bantuan.

Ternyata di Sigi tepatnya di Kecamatan Biro Maru, Bupati dan Wakil Bupati mendapati ada warga asal Wotu (Kab. Luwu Timur) yang juga menjadi pengungsi, yaitu Hajrah dan anak- anaknya.

Dikunjungi disaat tengah mengalami kesusahan tentunya disambut dengan suka cita. “Saya juga orang Luwu Timur, kampung ku di Wotu pak, cuma sudah lama saya tidak pulang, begini mi keadaan ku sekarang, hancur rumah dihantam gempa, “ujar Hajrah.

Husler memotivasi agar tetap sabar dan bangkit kembali. Bencana ini tidak boleh mematahkan semangat untuk hidup lebih baik lagi.

Kata Husler, dirinya dan rombongan dari Luwu Timur datang ke Sulawesi Tengah sebagai wujud kepedulian atas korban yang ditimbulkan setelah Sulteng diguncang gempa.

“Kalau boleh tahu bantuan apa yang paling dibutuhkan saat ini, “kata Husler.

Hajrah menjawab, kami butuh beras, air dan kelengkapan bayi. Selanjutnya Husler, memberikan bantuan yang memang sudah tersedia di kendaraan rombongan.

Selanjutnya Husler mendatangi lagi tenda pengungsi yang tak jauh dari daerah tersebut. Kali ini Husler malah mendapati pengungsi dari Timor- timur dan Flore .

Setelah berdialog beberapa menit Husler dan Irwan menyerahkan bantuan pakaian untuk orang dewasa dan anak-anak. Husler juga menyerahkan bantuan di desa Salua, Kecamatan Kulawi, Sigi. Daerah ini cukup terpencil, jaraknya dari Kota Palu sekitar 56 Km.

Di Desa Salua ini Husler diterima Yohanes yang juga Kepala Desa Salua. Mereka membutuhkan sembako, tikar dan tenda. Karena tak satupun barang- barang mereka dapat diselamatkan.

“Di sini hampir 100 persen rumah hancur dihantam gempa, empat hari pasca gempa diterjang lagi banjir bandang, di desa ini 8 orang tewas, “kata Yohanes.

Setelah itu Rombongan bergerak ke daerah Jono Oge, di daerah ini Husler dan Irwan menyaksikan kerusakan yang luar biasa. Sebuah kampung padat penduduk yang hilang akibat Likuifaksi.

“Ini di luar akal sehat, kampung padat penduduk ini hilang berganti dengan kebun jagung, sawah dan kebun kelapa, herannya tanaman ini tumbuh subur tak ada yang layu sama sekali, ini benar negeri yang hilang, “tutup Husler.(Ujungpandang Pos/Momo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *