Demi Pilkada , Komisioner dan Staf KPU Jalani Rapid Tes, Satu Komisioner Nyaris Pingsan

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Untuk memastikan penyelenggara Pilkada bebas Corona, KPU Luwu Timur melakukan rapid tes masive. Kegiatan ini melibatkan seluruh Komisioner dan Staf KPU Luwu Timur. Dalam rapid tes ini KPU Lutim menggunakan Petugas Kesehatan dari Puskesmas Lakawali. Senin ( 27/07/2020 ) .

Proses rapid tes ini berjalan lancar meski banyak anggota KPU dan Staf nya takut dengan jarum suntik . Pengambilan sampel darah dimulai dari ketua KPU Lutim, Zainal disusul Hatuti, Adam Safar, Mulyana Mulkin dan Muhammad Abu. Diantara kelima Komisioner ini hanya Muh.Abu yang todak siap menjalani rapid tes.

Ia nyaris pingsan saat lengannya ditusuk jarum suntik untuk diambil darahnya, seketika itu wajahnya berkeringat dan tubuhnya gemetar. Petugas kesehatan menghentikan pengambilan sampel darahnya dan meminta Muh. Abu menenangkan diri dan memulihkan kondisinya yang terlihat pucat dan lemas.

Muhammad Abu saat dikonfirmasi mengaku ia memang takut dengan jarum suntik. Ia juga mengaku belum siap menjalani rapid tes hari ini.

” Dua kali tadi saya ditusuk jarum, karena yang pertama tidak keluar darah ku, dicari lagi dititik yang lain, yang kedua ini baru keluar darah ,disitu juga penglihatan ku sudah berkunang-kunang. Makanya saya minta hentikan dulu, kalau masih dia lanjutkan pingsan betulan ka itu. ” Terang Abu.

Demikian juga dengan para staf KPU, banyak yang takut dengan jarum suntik, untuk menghindari rapid tes tersebut banyak diantara mereka berpura-pura sibuk mengerjakan tugas kantor, ada pula yang mengunci diri diruang kerja sambil termenung. Namun demi aturan semuanya dibawa ke media center KPU tempat pelaksanaan rapid tes.

” Memang dalam aturan itu yang bergejala saja yang dirapid tes, tapi itukan susah bagi kita membuktikan apakah benar sudah steril dari Corona atau tidak, untuk mendeteksinya maka harus menjalani rapid tes. ” Ujar Zainal Ketua KPU Lutim.

Zainal mengaku hasil rapid tes ini besok baru diberikan hasilnya, bagi yang dinyatakan reaktif maka harus menjalani karantina mandiri selama 14 hari. ( UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment