Banjir Meluas Jadi Tujuh kecamatan, Sekarang Malili Terparah

oleh

UPOS,Luwu Timur – Bencana banjir di kabupaten Luwu Timur, belum berlalu, kondisinya malah makin parah, dari Posko Darurat Bencana Banjir BPBD Luwu Timur mencatat banjir meluas menjadi Tujuh Kecamatan terdampak banjir. Kondisi terparah saat ini ada di kecamatan Malili. Bencana ini praktis membuat aktivitas warga lumpuh total.

Informasi dari Muh,Zabur, Kepala BPBD Lutim, banjir ini meluas karena terjadinya curah hujan yang tinggi sepanjang malam tadi. Sehingga debit air yang besar sehingga meluap dan menenggelamkan rumah warga. Tujuh kecamatan tersebut adalah, Kecamatan Wasuponda Banjir terjadi di Desa Balambano dan Tole-Tole.

Kecamatan Tomuni Timur, Desa Manunggal, Alam Buana dan Desa Cendana Hitam yang terendam banjir. Kecamatan Wotu Desa karambua dan Desa kalaena. Kecamatan Malili Desa Ussu , Desa Puncak Indah, Laskap, dan Desa Pongkeru. Kecamatan Angkona hanya Desa wanasari yang terdampak Banjir. Kecamatan Kalaena , Desa Sumber Agung, Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mangkutana banjir dan Longsor terjadi di desa Kasintuwu dan desa Manggala. Hingga saat ini hampir 400 jiwa yang sudah di ungsikan ke tempat yang aman.

” Yang jelas sampai hari ini kami masih terus melakukan pendataan dan membantu mengevakuasi warga, karena banjir makin meluas ” Ujar Zabur

Banjir terparah kali ini terjadi di Kecamatan Malili, yakni di Desa Ussu dan Desa Puncak Indah. Di Desa Ussu saratus persen rumah warga yang ada di dikompleks perumahan Batara Guru terendam banjir. Di lokasi ini banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta bendanya karena banjir datang disaat warga terlelap tidur. Sekitar pukul 2.00 pagi hari tadi.

Barang elektronik, Kasur, Pakaian, barang pecah belah, hingga kendaraan roda dua dan roda empat terendam banjir. Pengakuan warga banjir di Perumahan Batara Guru ini mencapai dada orang dewasa. Beruntung tidak ada korban yang hanyut karena saat air membesar petugas BPBD dan warga setempat bergotong royong mengevakuasi warga.

” Tadi subuh pak, saya menyelamatkan anggota Polisi, karena tidak bisa keluar dari rumahnya, pintunya tidak bisa dibuka akibat kerasnya dorongan air di pintu rumahnya ” Ujar Ishak

Informasi dari Rahmat, Kepala desa Ussu, sekitar 50 KK sudah di ungsikan, sebahagian mengungsi kerumah keluarganya, sebahagian lagi di evakuasi ke kantor BPBD Lutim. Secara keseluruhan warganya yang tinggal di komplek perumahan tersebut ada 250 KK semuanya terdampak banjir.
Rahmat menyebut Banjir ini terjadi karena adanya aktivitas penebangan liar di dusun Lawape Desa Puncak Indah Malili. Kondisi ini diperparah dengan air pasang saat curah hujan tinggi sehingga air yang mestinya terus kelaut menjadi tertahan dan meluap kerumah warga.

” Yang dibutuhkan warga sekarang sembako dan peralatan bayi, karena semua peralatan memasak tidak bisa difungsikan ” Ungkap Rahmat.

Didesa Puncak Indah, Warga yang kesal mendapat bencana banjir ini sempat menahan kendaraan oprasional PT Vale. Mereka meminta pihak PT vale membuat saluran pembuangan air. Beruntung Wakil Bupati Luwu Timur segera turun tangan menenangkan warga, dan pihak PT Vale bersedia membuatkan saluran pembuangan .

Selain menenggelamkan rumah warga, Sebuah Wakop Legenda Luwu Timur, yakni Warkop Bintaro¬† tak bisa beroperasi, seluruh ruangannya terendam air sebatas paha orang dewasa. Untuk warga desa Puncak Indah ini, para korban banjir di ungsikan ke bangunan Pusat Niaga Malili. ” Bagaimana tidak tenggelam pak, itu dinas PU saat membuat jalan, saluran pembuangannya di tutup, makanya air tidak bisa keluar kita mi disusahi kalau begini ” Kunci Muhdar pemilik Warkop Bintaro. ( Ujungpandangpos/***)