Plt. Gubernur Terbitkan SK TPLD, BAK Perkuat Literasi Numerasi Sulsel

  • Whatsapp

Ketua I TPLD Sulsel, Dr. H. Abdul Halim Muharram, M.Pd bersama Sekretaris Dr Muhammad Anis, M.Si, dan Humas TPLD Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, MM, di Forum Konsultasi Publik. (Ist)

UPOS, Makassar – Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, menandatangani SK Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021.

SK yang ditandatangani Plt. Gubernur Sulsel tertanggal 3 September 2021 dengan nomor 1937/IX/Tahun 2021 memutuskan dengan susunan keanggotaan Pembina Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Psikologi, Ketua I Dr. H. Abdul Halim Muharram, M.Pd., Ketua II H. Moh. Hasan, S.H, M.H., Ketua III Drs. Arman Agung, M.Pd. Sekretaris Dr. Muhammad Anis, M.Si., Wakil Rahmatiah, S.Si, M.Si., Wakil Drs. Suardi B, M.Pd. dengan Bendahara Syamsuddin Muhiddin, M.Pd, Humas Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, M.M, dengan anggota terdiri dari 14 orang.

Humas Tim Pendamping Literasi Daerah Provinsi Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), menjelaskan, kalau TPLD Sulsel bertugas selain memberi masukan kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan akselerasi kebijakan terkait pendidikan terutama penguatan Literasi dan Numerasi untuk mengatasi dampak learning loss, juga mendorong setiap sekolah untuk membentuk Tim Literasi Sekolah.

Karena itu, BAK menegaskan, Senin (4/10/2021), kalau TPLD Provinsi Sulsel bertanggungjawab melakukan langkah-langkah strategis dan taktis membantu sekolah mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan pembelajaran jarak jauh dengan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan di lapangan dalam rangka penguatan literasi dan numerasi di setiap satuan pendidikan.

BAK juga menyeruhkan, seluruh kepala sekolah, guru-guru dan orang tua melalui komite sekolah segera membentuk kelompok-kelompok Inkubasi Baca atau Klub Baca di setiap satuan pendidikan.

Menurut Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI ini, hanya dengan dukungan dan prakrasa masyarakat pendidikan melalui inisiatif membentuk kelompok baca produktif yang berbasis sekolah bisa mengejar ketertinggalan belajar tatap muka yang selama ini digelar melalui online.

“Klub baca dan inkubator baca di setiap sekolah wajib ada dan atas prakarsa masyarakat dan sekolah dengan menggelar kegiatan-kegiatan berkesinambungan untuk jangka panjang,” terang BAK, Tokoh Perbukuan Nasional ini. (Arman)

Pos terkait