Pengamat Ekonomi Unhas Sebut Perusahaan Dapat Pelajaran Banyak dari Covid-19

0 Komentar

UPOS, Makassar- Para pelaku usaha baik mikro maupun makro dinilai mendapat keuntungan tersendiri dari wabah Covid-19 yang mendera Indonesia, sejak Maret.

Bukan keuntungan pemasukan (omzet), setidaknya, para pelaku usaha bisa mengevaluasi lebih jauh terkait ongkos produksi yang dikeluarkan. Hal itu diutarakan oleh pengamat ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Dr Anas Iswan Anwar.

“Hikmahnya adalah perusahaan bisa mengevalusasi sistemnya yang tidak efisien selama ini sebelum adanya pandemi. Seperti sekarang orang-orang meeting melalui online atau aplikasi. Nah selama ini perusahaan mengeluarkan beban sewa bangunan (untuk meeting) yang membuat biaya produksi naik,” tutur Dr Anas, dalam seminar daring yang digelar di aplikasi WhatsApp, pada Minggu (7/6/2020).

Setelah dicabutnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Makassar, pada akhir Mei lalu, Anas menilai, sektor perekonomian perlahan kembali normal.

Jika saat PSBB, sektor usaha tertentu yang cuma dibolehkan untuk beroperasi, maka kali ini tidak. Usaha seperti material bangunan, warung makanan, cafe, mall, dan lainnya sudah bergerak normal.

“Dulu selama masa pandemi, orang-orang mencari uang sampai sembunyi-semunyi, tapi ekonomi sekarang sudah mulai berjalan dan sudah mulai hidup,” tuturnya.

Kendati demikian, dalam pantauan Anas, ada perubahan perilaku daya beli masyarakat saat ini. Katanya, mayoritas masyarakat sekarang memperhatikan higienitas barang yang dibelinya.

“Jadi strategi yang perlu ditingkatkan yaitu meyakinkan konsumen untuk membeli barang dagangan yang tidak terjangkit virus. Misalnya pada tukang cukur, mulai sekarang harus memperhatikan kebersihan tempatnya karena orang takut keluar, masih dibayangi virus,” ulas Anas.

Selain itu, Anas menyarankan ada perubahan strategi dalam pelayanan. Bila sebelumnya konsumen yang menyambangi pembeli, mungkin bisa dibalik strateginya.

“Seperti sekarang jasa tukang cukur (lagi). Saya lihat ada yang ke rumah para pelanggannya, hal ini dia lakukan untuk memberi kesan aman dan nyaman,” kata Anas.

Ia juga menambahkan bahwa kunci utamanya para pengusaha harus meyakinkan konsumen higenitas perusahaan atau produk, seperti pedagang makanan harus memperhatikan kemasan jika diantar pakai jasa ojek online.

“Semua pengusaha harus berpikir kreatif agar orang tidak takut menikmati produknya,” pungkas Anas. (ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment