Kades Popo Terima Wakaf Buku Amir Uskara dan Basri dari Tokoh Literasi

  • Whatsapp

Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) bersama Kades Popo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Bostan Tata di Perpustakaan Desa Popo, Minggu (10/10/2021). (Ist)

UPOS, Takalar – Kades Popo, Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar, Bostan Tata menerima wakaf buku Dr. H. M. Amir Uskara bertajuk ”Ayo Membangun Desa” dan buku Dr. H. Basri, S.Pd, M.Pd. berjudul “Meretas Jalan Menjadi Guru Inspirasi”.

Bostan Tata menerima kedua buku tersebut dari Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), di Perpustakaan Desa Popo, Minggu (10/10/2021).

Menurut Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Kabupaten Takalar, Rustan yang juga Sekdes Popo, sebelumnya BAK juga bersama Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel H. Moh. Hasan, S.H, M.H. telah menyerahkan bantuan buku 300 eksemplar dan komputer untuk perpustakaan desa di Popo.

Karena itu, Rustan menyampaikan, terima kasih kepada DPK Sulsel, Dr. AU, Dr. Basri melalui Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel, “Telah memberikan perhatian besar dan pembinaan terus menerus kepada pengelola perpustakaan desa Popo,” ungkap Rustan.

“Terima kasih pembinaan dan perhatian terus menerus dari BAK yang selalu menyediakan waktu melihat langsung perpustakaan desa kami di Popo,” ucap Rustan.

“Mewakili Perpustakaan dan Pemerintah Desa, kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Dr. H.M. Amir Uskara dan Bapak H. Moh Hasan, SH, MH, Kadis DPK Sulsel atas bantuan dan supportnya kepada perpustakaan kami. Semoga berkah selalu,” tutur Kades Popo.

Sementara Tokoh Literasi Bachtiar Adnan Kusuma (BAK), menyampaikan bahwa Kami bersama Kades Popo sekaligus menyerahkan bantuan Buku Dr. H.M. Amir Uskara, Buku Dr. H. Basri, M.Pd.

“Perpustakaan Desa Popo adalah binaan Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel dan telah menerima bantuan Perpustakaan Inklusi dari Kadis Perpustakaan Kearsipan Provinsi Sulsel H. Moh. Hasan Sijaya, S.H. beberapa waktu lalu,” terang Bachtiar Adnan Kusuma (BAK).

“Satu hal menarik, yakni di Desa Popo ini selain berfungsi sebagai pelayanan publik administrasi bagi warga Desa Popo, juga menyediakan satu ruang baca,” kata BAK.

“Ini adalah sangat spesifik sekali. Dan ini saya berharap, ini bisa jadi percontohan kantor desa berbasis perpustakaan desa. Ini bisa ada (Perpustakaan Desa), karena Pak Desa sangat peduli dengan Gerakan Literasi Desa,” tambah Bachtiar Adnan Kusuma (BAK). (*/Arman)

Pos terkait