Jasa Titip Pasar Laku Keras Selama Pandemi Covid-19

0 Komentar

UPOS, Makassar- Usaha jasa titip di pasar menjadi salah satu yang cukup laku selama pandemi Covid-19. Seperti yang dirasakan oleh Fyra, di Makassar.

Fyra yang sebelum virus corona ‘menyerang’ merupakan penjual bubur Manado di Jalan Kemauan III, memilih menjadi jasa titip jual beli barang pasar. Fyra menamai usahanya dengan “Jasa Titip Makassar Pasar”.

Hal itu dilakukan lantaran saat awal-awal masa Covid-19, pengunjungnya turun drastis. “Jadinya saya coba foto-foto semua yang bisa saya foto di pasar, terus saya posting di Instagram. Alhamdulillah, sangat tidak menyangka orderan tiap hari lancar. Dari pada mengandalkan jualan bubur yang menurun 50% hingga 80% selama pandemi,” aku Fyra, saat diwawancarai, kemarin (11/6/2020).

Menurut Fyra, usaha jasa titip ini sudah dilakoninya selama hampir 3 bulan. Selain itu, usaha jasa titip ini disebut Fyra menjadi penolong perekonomian keluarganya.

Fyra menjelaskan, selain membantu perekonomian keluarganya, usaha barunya ini juga menjadi berkah buat para ojek online yang selama ini kerap nongkrong di depan warungnya.

“Jadi depan rumah saya itu tempat nongkrongnya ojol sambil nunggu orderan dari warungku. Nah selama pandemi tiap hari mukanya lesu. Kasihan juga lihatnya, karena rata-rata ada semua istri dan anaknya. Jadi saya putar otakku untuk pikirkan cara yang bisa bantu driver,” papar Fyra.

Kendati demikian, Fyra pun mengakui, jika sempat khawatir akan terkena virus, lantaran kerap keliling untuk mencari bahan sesuai permintaan pelanggannya. Namun, Fyra tetap yakin, karena tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan mengontrol higientitas barang pesanan.

“Saya pikir, biar saya yang ke pasar, orang-orang tinggal saja di rumah biar aman kan. Kalau saya kan bisa bungkus badan (kalau keliling ke pasar) dan kalau pulang langsung mandi. Makanya saya tidak terima COD (atau bayar di tempat) karena tidak mau ada uang-uang tunai lagi kita sentuh, dan juga kemasannya sengaja dilapis-lapis biar kalau sampai di rumahnya kostumer bisa aman disemprot desinfektan,” jelas ibu rumah tangga ini.

Ia membeberkan model usahanya. Katanya, sebelum ke pasar, dicatat telebih dahulu siapa-siapa yang pesan dan mau pesan apa. Setelah itu, mereka mengirim uangnya via transfer bank.

“Besoknya kita yang pergi belanjakan. Saya belanja itu dari jam 3 subuh kalau sayur-sayur dan daging, biasa selesai jam 6 atau 7 pagi. Terus lanjut lagi beli ikan-ikan di lelong biasa sampai jam 9 atau 10 pagi baru kelar,” ungkap Fyra.

Diakuinya juga, jika beberapa barang yang dipromosikan itu harganya cukup mahal dari harga normal. “Tapi itu barang-barang tertentu. Misalnya beratnya barang, daging yang bau, becek tempat ambilnya, dan beberapa lah,” katanya.

Meski memasuki era new normal, Fyra mengungkapkan akan tetap melanjutkan Jastip Makassar Pasar. “Setidaknya bisa membantu ibu-ibu di luar sana yang sibuk bekerja dan tidak sempat ke pasar, bisa membantu ibu-ibu yang susah keluar rumah karen anak-anaknya yang masih kecil-kecil, saya sih berharap masih bisa terus menawarkan jasa ini kebanyak orang,” pungkasnya. (ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment