Wah,Jelang Pemilu TNI Sebut Warga Resah di Intimidasi Agar Pilih Paslon Tertentu

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – 12 hari menjelang Pemilu, Pengakuan mengejutkan datang dari Kapten Inv.Sumaryo , Danramil 1403-15/Malili.

Ia mengaku ada  warga Lutim saat ini resah karena ada intimidasi dan doktrin yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab untuk memberikan hak pilih nya  hanya pada salah satu pasangan calon Presiden saja.

Hal ini di utarakan dalam Rapat singkronisasi Inpoleksusbudhankam dan kewaspadaan dalam menghadapi pemilu 2019. Kamis (4/4/2019 ) di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Lutim.

Rapat yang di gagas Kesbangpol ini dihadiri Sekda Lutim, Bahri Suli, Kajari Malili,Yohannes Avilla Agus Awanto Putra. Perwira Penghubung Mayor Kav Suparman, Pelaksana Tugas Wakapolres Lutim.Kompol M.Rifai. Ketua KPU Lutim Zainal, Ketua Bawaslu Lutim Rachma Atja.  Rapat ini juga menghadirkan para camat, Kepala Dinas, Danramil se Luwu Timur.

Menurut Sumaryo, sebagai TNI, Kami tetap menjaga Netralitas .NKRI harga mati bagi kami. Netralitas ini juga perintah dari Pemimpin kami ditubuh TNI. ” Kami TNI siap dipecat jika tidak netral ” Tegas Sumaryo

Sebagai penjaga daerah teritorial, Babinsa kami juga aktif di lapangan. Mereka juga menemukan praktik intimidasi itu. Lalu apa yang kami lakukan. “Kami sampaikan kepada masyarakat, jangan takut selama bapak ibu tidak melanggar aturan ikuti saja hati nurani ” Ujar Sumaryo

Bapak -bapak dan ibu yang ada diruangan inikan katanya mau Pemilu ini aman dan damai. Ya sudah mari sama -sama kita lawan yang melakukan intimidasi yang meresahkan warga.

“Tolong Bawaslu tindak lanjuti ini, agar Pemilu ini benar -benar aman dan damai di Lutim , intimidasi ini dapat ditemukan pada warga mulai dari Kecamatan Burau sampai ke warga yang tinggal di batas Sulawesi Tengah ” Pungkas Sumaryo

Ketua Bawaslu Luwu Timur, Rahman Atja  dalam kesempatan tersebut meminta pihak-pihak yang dilarang Undang -Undang No.7 pasal.28  supaya menahan diri untuk tidak melakukan politik praktis.

Terutama ASN termasuk juga TNI Polri. ya kita awasi tentang Netralitasnya.

Jika pihak  ini dilarang UU untuk melakukan politik praktis tapi malah melakukan politik praktis, maka bagaimana dengan kualitas demokrasi kita. “Janganlah kita rusak tatanan demokrasi ini “Ungkap Rachman

Tak hanya itu, Bawaslu Lutim juga  mengingatkan Kepala desa juga jangan memihak dalam Pemilu ini.

Saat ini Bawaslu juga sudah menerima laporannya terkait mobilisasi Kepala Desa di Lutim untuk menghadiri  Kampanye 01  di Makassar beberapa.waktu lalu. ” Ini sementara berproses di Bawaslu, “Tandas Rachman

Rachman juga menyinggung KPU Lutim, karena juga mendapatkan laporan dari warga ada penyelenggara Pemilu di Kec.Mangkutan dalam sosialisasinya malah menyosialisasikan calon tertentu.

” Laporan ini ada, sementara kami investigasi untuk membuktikan kebenarannya, jangan samai Hoax .” Kata Rachman

Ketua KPU, Zainal, dalam rapat tersebut menyampaikan ada 45 TPS yang masuk dalam zona rawan.Kenapa demikian karena belum tersentuh jaringan PLN .

Penerangan Listrik sangat di butuhkan karena Proses Pemilu nanti di prediksi akan lewat tanggal 17 April 2018.

Zainal mengaku sudah Simulasi dan hasilnya Pemilu nanti butuh waktu sampai 18 jam lamanya.Dari Pagi bisa jadi sampai tengah malam, bahkan ada yang prediksi ketemu pagi lagi.

” Jadi kami minta bantuan Pemerintah untuk menyediakan penerangan listrik bagi TPS yang belum tersentuh PLN.Sangat rawan jika Pemilu dilakukan dalam situasi gelap tanpa lampu penerangan yang memadai.”Tutup Zainal (UjungpandangPos/***)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment