Pemprov– Pelindo IV Sepakat Kerjasama Pengembangan Pariwisata

oleh

UPOS, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulsel dan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) sepakat menjalin kerjasama guna pengembangan pariwisata di daerah ini. Bahkan untuk mendukung kerjasama tersebut, dilakukan MoU antara Pemprov Sulsel dengan pihak Pelindo IV terkait bidang pengembangan pariwisata.

Hal ini terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) I Tahun 2019 PT. Pelindo IV yang dilaksanakan 19 – 20 Maret 2019. Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah hadir sebagai keynote speaker di acara rutin tahunan ini, Senin (19/3). Dalam kesempatan ini, Nurdin menyampaikan program pembangunan Rest Area dan rencana pembukaan rute penerbangan Makassar-Osaka (Jepang) untuk mendukung sektor pariwisata.

“Daerah kita harus ramah turis dan ramah investasi,” sebutnya.

Sementara itu, Dirut Pelindo IV Farid Padang, menyampaikan, senang dan bangga karena bisa bersinergi bukan hanya dengan BUMN tetapi pemerintah daerah.

“Pelindo IV satu-satu pelabuhan yang getol untuk melakukan direct export dan direct call,” sebutnya.

Farid mengatakan apa yang dilakukan oleh Pelindo perlu dukungan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Nurdin Abdullah menyampaikan rapat ini sekaligus menjadi ajang menyambung silaturahim dan akan membuat nuansa baru di tahun 2019.

“Saya baru enam bulan jadi gubernur, waktu ini masih proses konsolidasi, kita terus mengevaluasi apa yang menjadi kendala investasi. Sulsel ini adalah pintu gerbang Indonesia Timur,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin menyebutkan masa depan wilayah timur ada di Sulsel, dimana Sulsel adalah lumbung pangan nasional.

Berbicara soal investasi, salah satu yang menjadi hambatan adalah barang modal tidak bisa masuk ke Sulsel. Gagasan muncul, dimana Pemprov bersama Apindo dan Pelindo melakukan evaluasi langkah-langkah apa yang harus diambil.

Nurdin menyampaikan hadirnya Makassar New Port (MNP) akan memberikan dukungan yang besar jika pemerintah bersama semua pihak bisa bekerja sama. Kelemahan lain adalah ego sektoral, sehingga sinergitas sangat penting dilakukan. Saat ini Sulsel mendorong lembaga-lembaga riset di berbagai daerah agar tercipta variasi produk unggulan.

Permasalahan lain yang dihadapi adalah persoalan infrastruktur, seperti masih ada daerah terisolir. Nurdin menekankan dalam tiga tahun daerah terisolir sudah tidak ada lagi di Sulsel melalui program yang dicanangkan.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan peran BUMN ada lima fungsi. Pertama sebagai salah satu sumber penghasilan pemerintah untuk belanja negara, kedua peningkatan nilai, ketiga mampu menciptakan produk dan service dengan kualitas yang baik, keempat harus bisa masuk ke sektor yang tidak bisa dimasuki swasta dan korporasi dan yang kelima adalah fungsi pemerataan.

Raker ini mengusung tema ”Transformasi Bisnis Pelabuhan untuk Peningkatan Kinerja PT Pelindo IV (Persero) Menghadapi Era Indusrtri 4.0”.

Dalam Raker I Tahun 2019 ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan PT. Semen Tonasa terkait lahan dan dengan PT Sucofindo tentang Pengembangan Green Port serta penandatanganan MoU dengan PT Askrindo.

Pada hari kedua, Raker akan diawali dengan keynote speaker dari Dewan Komisaris PT Pelindo IV. Dilanjutkan dengan Pengumuman Pencapaian Kinerja Cabang Tertinggi dan Terendah Tahun 2018.

Kemudian, dilakukan Penandatanganan MoU/PKS Cabang dengan Anak Perusahaan, Penandatanganan KPI,SLA/SLG, Penandatanganan Piagam Komitmen BoD tentang Implementasi Sistem, Manajemen Risiko, Mutu ISPS Code dan K3, Penyerahan Sertifikat Integrasi Sistem Manajemen Mutu Iso 9001:2015, dan Sistem Manajemen Lingkungan kepada Cabang Makassar dan Sorong, serta Penyerahan Surat Keputusan Direksi terkait Pensiun dan Penyesuaian Kelas Jabatan (KJ).(Ujungpandang Pos/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *