Kordinator Katalis Luwu Raya, Besok Gelar Loka Karya di Luwu Utara

oleh
oleh
Ket: Kordinator Katalis Luwu Raya (kanan) bersama Kordinator Katalis Sulawesi Selatan, Siswan (kiri). foto/Titto

UPOS, Luwu Utara – Tingginya Subsidi Pupuk yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, Namun sepanjang masa masih juga sering terjadi riak kekurangan dikalangan Petani.

Entalah, Karena pengawasan pupuk ini lemah atau seperti apa. Hasil riset KRKP yang dilakukan menemukan banyak problem sehingga dipikirkan solusinya.

Lain lagi halnya, banyak Petani mengeluh Namun keluhan tersebut bingun mau diadukan dimana.

Itulah menjadi alasan Kordinator Perkumpulan Pengembangan Kapasitas dan Akselerasi Kualitas Layanan Publik Indonesia (Katalis) Luwu Raya, Muhammad Sahaka akan menggelar loka karya elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), besok (6 Juni 2018) di Warkop Teras Adira Masamba.

Hal ini dikatakan Kordinator Katalis Luwu Raya, Muhammad Sahaka kepada Ujungpandang Pos, Selasa (05/6/2018).

Sahaka jelaskan, pertemuan Loka Karya ini guna memaparkan hasil riset KRKP tentang penerapan e-RDKK dan kartu tani.

Selain itu, juga sharing pengalaman penerapan e-RDKK dan kartu tani dari Provinsi Jawa Tengah dan sekaligus merumuskan sinergi implementasi eRDKK, kartu tani dan mekanisme pengaduan baik di Pemerintah Desa maupun pengaduan pelayanan publik terintegrasi di Kabupaten Luwu Utara.

Nantinya akan hadir narasumber professional dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Kota Bogor, Pemprov Jawa Tengah untuk sharing pengalaman e-RDKK dan Kartu Tani, serta Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Adapun pesertanya berkisar 40 orang yang terdiri Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Pemerintah Desa, KTNA, Gapoktan, Kelompok Tani, Kepala BPP, PPL, NGO, KNPI Luwu Utara, dan Jurnalis, katanya.

Sementara Kordinator Katalis Sulsel, Siswan mengatakan hasil penelitian perkumpulan Katalis tahun 2017 semakin memperkuat kesimpulan dari penelitian sebelumnya, seperti penyusunan RDKK yang belum berjalan sebagaimana mestinya.

Olehnya itu di tahun 2018 ini kita dia, pemerintah melakukan perubahan mekanisme pendataan dan penebusan pupuk bersubsidi khususnya pada penginputan RDKK yang telah dilakukan secara elektronik dan penerbitan kartu tani bagi petani yang memenuhi syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Saat ini telah berlangsung penginputan¬† beberapa daerah di Indonesia,” katanya Siswan. (Ujungpandang Pos/Titto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *