Komunitas Bebek Gaul, Cara Pengusaha Berdayakan Anak Muda

0 Komentar

UPOS, Pangkep — Meski wabah Covid menurunkan potensi perekonomian, owner Gaul Coffee Pangkep, Muhammad Rusli, tak berhenti melakukan inovasi dan terus menciftakan ide-ide kreatif dalam usaha pengembangan bisnis dan penciptaan lapangan kerja di daerah.

Muhammad Rusli AB yang juga merupakan Ketua Garda Nusantara (GN) Pangkep, buka-bukaan kepada Ujungpandang Pos mengenai tujuan dan visi jangka panjangnya saat menginisiasi sebuah gerakan yang ia beri nama komunitas “Bebek Gaul” yang berlokasi di kampung Panaikang, Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkep.

Ia mengakui bahwa niat awalnya dalam menginisiasi komunitas itu, berangkat dari hasil pengamatan dan observasinya selama ini melihat potensi dan peluang untuk memanfaatkan alam terbuka, serta sumber daya alam yang ada.

“Kami melihat peluang dan potensi yang cukup besar yang ada di desa. Komunitas peternakan Bebek Gaul ini kita bentuk selain karena kita ingin memberdayakan masyarakat khususnya anak muda, juga sebagai momentum untuk kembali ke alam dan desa, terlebih di masa pandemi seperti sekarang,” pungkasnya.

Lebih lanjut pria dua anak itu menyebutkan bahwa usaha yang diinisiasinya itu tak lain untuk membantu masyarakat baik dalam pengadaan alat penetasan bibit sampai tahap pemasaran nantinya.

“Jadi kita niatnya juga untuk membantu masyarakat dalam memenuhi pasok kebutuhan bibit dan itik nantinya, selama ini masyarakat kesulitan mendapatkan bibit dan terkendala saat memasarkannya, nah komunitas ini hadir untuk keduanya,” katnya.

Diterangkannya bahwa selama ini masyarakat juga kerap mengalami kendala atau kesulitan ketika mencari bibit itik yang mesti didatangkan dari daerah lain. Kabupaten Pangkep justeru dianggapnya cukup potensial untuk menjadi penopang dan penyuplai untuk ketersediaan bebek maupun telur bebek ke kota Makassar, kelebihan lain sebab Pangkep menurutnya selama ini dikenal sebagai daerah swa-wisata kuliner.

“Saya dan teman-teman terpanggil untuk memanfaatkan suasana atau kondisi alam yang alami disini. Nah Pangkep ini kan kondisi alamnya sangat mendukung dan Pangkep dikenal sebagai daerah kuliner, sisa bagaimana kita mengembangkan dan memanfaatkan semua potensi yang ada ini,” paparnya.

Komunitas Bebek Gaul yang diinisiasi Muhammad Rusli AB sapaan akrab Culli Gaul bersama anak muda dan para anggota Garda Nusantara kabupaten di Pangkep itu, diakui sudah dimulainya sejak beberapa bulan yang lalu, dikatakannya bahwa sudah ada ratusan bibit juga itik dewasa yang bulan depan sudah siap panen.

“Setiap Minggu, Alhamdulillah selalu kita tambah bibit sebanyak 200 ekor, bulan depan insya Allah sudah mencapai ribuan ekor dan kita akan panen secara bertahap,” pungkasnya.

Beberapa peternak bebek di Pangkep sebelumnya sempat mempertanyakan soal sulitnya mendapatkan bibit di pasaran, atau mahalnya cost yang harus dibayar karena musti menanggung ongkos kirim dari luar daerah, hal ini menjadi tantangan sekaligus dorongan tersendiri.

“Selama ini masyarakat kita membeli bibit lansung dari daerah lain, itupun harus memesan dalam jumlah yang banyak minimal seratusan atau dua ratusan ekor, ini tentu mahal di ongkos, nah kedepannya lewat komunitas ini nantinya masyarakat bisa membeli bibit 10-20 ekor dengan harga terjangkau'” kata Ketua Garda Nusantara cabang Pangkep itu. (sul)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment