Ganti Rugi Lahan Tenggelam Akhirnya Timbul

oleh

UPOS, Luwu Timur – Puluhan tahun warga Luwu Timur yang berada di seberang danau Towuti menuntut ganti rugi atas lahan mereka yang tenggelam akibat pembangunan DAM Larona PT Vale akhirnya membuahkan hasil. hari ini, Selasa (26/3/2019) Manajemen PT Vale bersedia membayar ganti rugi lahan warga yang tenggelam tersebut.

Dalam kesepakatan yang sudah ditanda tangani bersama warga menerima ganti rugi sebesar Rp 35 juta perhektar. Demikian kata Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam , yang dikonfirmasi, Selasa ( 26/3/2019)

Menurut Irwan, dalam penyelesaian ini baik PT Vale dan tim terpadu penanganan tanah tenggelam ini di dahulukan pada korban yang memiliki dokumen kepemilikan lahan yang lengkap.” Jadi yang dibayarkan ganti ruginya adalah warga yang memiliki dokumen lahan yang lengkap, yang tumpang tindih lahannya masih akan di bicarakan lagi jalan keluarnya ” Ungkap Irwan

Untuk itu bagi warga yang merasa menjadi korban dan memiliki dokumen kepemilikan lahan yang lengkap diminta segera membuka nomor rekening di bank mandiri. selanjutnya uang ganti ruginya akan ditrasfer ke rekening masing-masing. ” Ini cara kita untuk menghindari calo, jadi tidak ada celah bagi oknum yang mau menyunat uang ganti rugi itu , ” Pungkas Irwan

Bagi warga yang mengaku memiliki lahan yang tenggelam namun tumpang tindih, maka disarankan untuk mencari jalan terbaik, dan dituangkan dalam sebuah kesepakatan. Jika ini sudah tercapai maka barulah bisa dibayarkan uang ganti rugi lahannya. Jika tidak ada jalan keluar maka tidak bisa menerima uang ganti rugi.

” Yang jelas hari ini sudah ada kemajuan penyelesaian, karena saya tahu persis puluhan tahun kasus ini tidak bisa tuntas hari ini sudah membuahkan hasil ” kata Irwan

Penyelesaian tanah tenggelam ini di kuatkan dengan penandatangan MoU oleh pihak PT Vale yang ditanda tangani oleh Gunawardana vinyaman selaku Direktur Komunikasi dan Hubungan Luar PT vale, Irwan Bachri Syam Wakil Bupati Lutim yang saat itu bertindak sebagai Fasilitator, Towuti , Alimudin Nasir dan sejumlah Kepala Desa dan para korban tanah tenggelam. ( UjuangPandangPos /***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *