Sinergi Membangun Kawasan, PT Vale MoU Bersama Kementerian Desa & PDTT

  • Whatsapp

Penandatangan MoU oleh Presiden Direktur/ CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani dan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, Jumat (8/10/2021). (Ist)

UPOS, Makassar – Mewujudkan komitmennya dalam melakukan pengembangan terhadap potensi unggulan yang dimiliki sejumlah desa di area pemberdayaannya, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) membuat nota kesepahaman bersama Kementerian Desa dan pemerintah setempat.

Wujud komitmen tersebut, dihadirkan dengan melaksanakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pendekatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM). Program tersebut telah dilaksanakan sejak 2018 melalui sinergi kemitraan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) sebagai wujud pola dukungan program pengembangan dan pemberdayaan Masyarakat PT Vale Indonesia Tbk tahun 2018-2023. Program ini digagas melalui kolaborasi multipihak antara PT Vale Indonesia, pemerintah dan masyarakat.

Untuk mendukung implementasi Program PKPM tersebut, maka pada November 2018 telah dibuat Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara PT Vale Indonesia, Kementerian Desa & PDTT, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Penandatanganan MOU dilaksanakan di Kantor Kementerian Desa Jakarta.

Kerjasama tersebut dilakukan untuk mensinergikan program dan kegiatan yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pemberdayaan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Adapun lingkup kerja sama meliputi Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan kawasan perdesaan, implementasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM), pembinaan dan penguatan kapasitas kelembagaan pemerintahan di tingkat Desa dan Kelurahan, pembinaan dan penguatan kapasitas Badan Kerjasama Antar Desa dan Pembinaan dan penguatan kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan, atau Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA).

Sejak Program PKPM diluncurkan pada tanggal 3 Mei tahun 2019 oleh Wakil Gubernur Provinsi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, program PKPM telah melalui beberapa tahapan mulai persiapan, perencanaan, implementasi dan monitoring.

“Tadi sudah menggambarkan sinergitas pusat, provinsi kabupaten dan dunia usaha. Ini sangat penting berikan layanan. Maka pointer tadi kita harus identifikasi,” jelas Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani, Jumat (8/10/2021) sore, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.

“Apapun dilakukan di Luwu Timur akan menjadi model di daerah lain. Ini satu langkah inovatif, kompetitif Kita ingin lihat produktif seperti apa melihat daerah. Kita harap kolaborasi ini tetap berlanjut,” ucapnya.

Sementara, Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya PT Vale dalam pemberdayaan masyarakat. Ia juga menyinggung soal pasang surut hubungan Pemkab dengan PT Vale, pasca dikeluarkannya surat Bupati Lutim tentang 11 isu strategis.

“Hubungan kami pasang surut, tapi lebih banyak pasangnya. 11 isu strategis itulah merekatkan hubungan kami,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Abdul Halim Iskandar menuturkan, pihaknya siap mendukung program pembangunan desa di Luwu Timur, apa lagi rencana hadirkan program ‘Rp 1 Miliar untuk 1 Desa’.

“Saya komitmen mendukung program yang berjalan dan akan jalan seperti Rp 1 Miliar satu desa. Insallah saya akan ketemu masyarakat disana di Luwu timur. Ini yang kita harapkan apa yang dilakukan PT Vale hari ini akan jadi profil percontohan kita. Seperti pemanfaatan lahan hutan,” tuturnya.

CEO PT Vale, Febriany Eddy mengatakan, wujud komitmen tersebut dihadirkan dengan melaksanakan program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pendekatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM).

“Program tersebut telah dilaksanakan sejak 2018 melalui sinergi kemitraan bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,” paparnya.

Dikatakannya, program ini digagas melalui kolaborasi multipihak antara PT Vale Indonesia, pemerintah dan masyarakat. Kerjasama tersebut dilakukan untuk mensinergikan program dan kegiatan yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pemberdayaan PT Vale di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Setiap tahapan melibatkan seluruh pelaku PKPM antara lain, Tim Koordinasi Kabupaten Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (TKK PPM), Camat, Kades, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), Delegasi Desa dan pendampingan teknis serta pengembangan kapasitas dari PT Vale Indonesia sebagai wujud penerapan semboyan atau tagline Program PKPM yakni “Sinergi Membangun Kawasan”.

Menuju pencapaian tujuan Program PKPM itu sendiri, yakni mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pengembangan ekonomi, dan atau pemberdayaan masyarakat desa melalui pendekatan partisipatif dengan mengintegrasikan berbagai kebijakan, rencana, program, dan kegiatan para pemangku kepentingan pada kawasan yang ditetapkan dalam rangka memfasilitasi peningkatan produksi, daya saing, nilai tambah dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah terdampak operasi PT Vale Indonesia.

Pengembangan kawasan perdesaan

Lingkup implementasi PPM-PKPM meliputi upaya pengembangan kawasan perdesaan yang dilakukan melalui penataan ruang dan menumbuhkan pusat-pusat layanan yang mengarah pada terbentuknya desa-desa berbasis potensi unggulan yang terbagi dalam 10 kawasan pengembangan yang terdapat di empat kecamatan yakni Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili, di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Penandatangan MoU oleh Presiden Direktur/ CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani dan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim, di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, Jumat (8/10/2021). (Ist)

10 kawasan yang dikembangkan, yakni :

1. Kawasan Wisata
2. Kawasan pertanian terpadu (Agropolitan)
3. Kawasan Pengembangan Perkebunan Lada
4. Kawasan Perdagangan dan Industri olahan Komoditas
5. Kawasan Peternakan dan Penunjang
6. Kawasan Agrowisata
7. Kawasan Peternakan dan Pengolahan Hasil Hutan Non-kayu
8. Kawasan Pesisir dan Industri Olahan Hasil Laut (Minapolitan)
9. Kawasan Perkotaan dan Layanan Jasa
10. Kawasan Penunjang Pertanian dan Peternakan.

Adapun 3 (tiga) pilar Program PKPM yang secara bersama ditumbuhkan, dikuatkan dan dimandirikan, diantaranya ;

1. Produk Unggulan Desa (PRUDES) dan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (PRUKADES),
2. Kelembagaan local BUMDES & BUMDESMA,
3. Hilirisasi produk dan kemitraan berjejaring. Melalui kerangka kerja ini diharapkan status Kawasan perdesaan di akhir program pada tahun 2023 mendorong kemandirian dan berdaya saing.

Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dilaksanakan antara PT Vale Indonesia Tbk, Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, Pemprov Sulawesi- Selatan dan Pemkab Luwu Timur.

Penandatangan kembali MoU dan PKB ini bermakna penting sebagai komitmen untuk mengimplentasikan tujuan pembangunan berkelanjutan di level desa dan kawasan perdesaan, yang kegiatannya dikelola secara sinergis dan kemitraan bersama Kementerian Desa & PDTT, Tim Koordinasi kabupaten (TKK) Luwu Timur, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) di tingkat Kawasan, serta pihak lainnya.

Diketahui, penandatangan MoU dilakukan oleh Presiden Direktur/ CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani dan Bupati Luwu Timur, Budiman Hakim. (*/Arman)

Pos terkait