Peringatan Dini BMKG untuk Toraja Utara, Luwu dan Palopo

  • Whatsapp

(Ilustrasi)

UPOS, Makassar – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), merilis peringatan dini potensi terjadinya hujan lebat di tiga daerah, di Sulawesi Selatan pada Jumat (12/11/2021).

Peringatan dini BMKG itu dipantau juga di laman BMKG Signature, Kamis (11/11/2021) malam.

Disebutkan, bahwa hujan lebat kategori 7, berpotensi terjadi di 23 kecamatan yang tersebar di tiga kabupaten/kota di Sulsel, pada Jumat.

Ketiga daerah itu, diantaranya Kabupaten Luwu, Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara.

Untuk Luwu, daerah-daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi antara lain di Bua, Ponrang Selatan, Ponrang, Bupon, Bassesangtempe, Walenrang Timur, Lamasi Timur, Walenrang, Bassesangtempe Utara, Latimojong, Bajo Barat, Bajo dan Kamanre.

Sementara untuk Kota Palopo, seluruh wilayah di kota berjuluk Idaman ini wajib mewaspadai terjadinya hujan lebat.

Yakni di Kecamatan Sendana, Wara, Wara Selatan, Bara, Telluwanua, Wara Timur, Wara Utara, Mungkajang dan Wara Barat.

Kemudian di Toraja Utara, wilayah Kecamatan Rantebua diperkirakan menjadi titik paling paling deras hujan.

Di laman tersebut juga dijelaskan kondisi yang mungkin terjadi. Salah satunya potensi peningkatan drastis volume aliran sungai atau banjir.

Warga pun juga dihimbau berhati-hati, jika beraktivitas di luar rumah dan selalu memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta pemerintah daerah di semua kabupaten dan kota, bersiap siaga menghadapi potensi bencana alam.

Andi Sudirman mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi Sulsel menaruh perhatian lebih di beberapa daerah yang menjadi langganan terjadinya bencana alam, seperti wilayah Luwu Raya yakni Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Palopo serta daerah selatan Sulsel.

“Tentu kalau kita belajar dari kejadian yang lalu, tentu sudah ada area langganan terjadi longsor, seperti Luwu Raya dan Palopo, Masamba juga kita harus waspadai dan juga daerah selatan,” ucapnya.

Andi Sudirman mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap waspada atas cuaca ekstrim yang terjadi saat ini. Pasalnya, musim hujan nanti akan diiringi fenomena La Nina yang meningkatkan ancaman bencana hidrometeorologi.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan yang menjadi penyebab terjadinya longsor maupun banjir akibat terjadinya cuaca ekstrim.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel Muhammad Firda menjelaskan, Luwu Raya sejak tiga tahun terakhir telah menjadi daerah perhatian Pemprov Sulsel untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.

“Sejak bulan 10 sampai bulan 12, curah hujan tinggi. Dari BMKG kita sudah diwarning waspada, sehingga semua harus siap siaga,” katanya.

Sedangkan, sumber daya yang tersedia saat ini, dijelaskan Firda, masih terbatas. Yaitu, 5 unit perahu karet dan 6 mobil.

“Kita siap siaga 24 jam, meskipun armada kita masih terbatas, tetapi jika dibutuhkan tentu kita cari alternaif, misalnya ada armada di PU bisa kita pinjam, seperti itu,” jelasnya. (*)

Pos terkait