Pengusaha Bawang, Yakin IAS Atasi Masalah Ekonomi di Sulsel

Bacalon Gubernur Sulsel 2024 IAS, bersama tokoh masyarakat Enrekang, H Iswanto. (Ist)

UPOS, Enrekang – Dukungan demi dukungan terus mengalir kepada Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk maju bertarung di Pilgub Sulsel 2024 mendatang. Yang teranyar, datang dari salah satu tokoh masyarakat Enrekang, H Iswanto.

“Saya mendoakan Pak IAS menjadi gubernur 2024 nanti. Pengalaman IAS saya yakini bisa memberi solusi bagi kondisi yang dialami kebanyakan masyarakat Sulsel di bidang ekonomi,” ujar pengusaha hasil bumi ini, di Enrekang, Kamis, (29/12/2022).

Bacalon Gubernur Sulsel 2024 IAS, bersama tokoh masyarakat Enrekang, H Iswanto. (Ist)

Salah satu persoalan ekonomi yang dialami masyarakat Sulsel adalah kelangkaan pupuk dan fluktuasi harga hasil pertanian yang biasa tidak menentu.

“Beberapa waktu lalu, kami sudah berbincang-bincang dengan IAS terkait persoalan ini. Setelah mendengar gagasannya, kami yakin ketika beliau mendapat kewenangan mewujudkan gagasannya itu, maka itu bisa menjadi jalan keluar,” jelas pemilik UD Karya Baru Enrekang ini, melalui pesan Whatsapp-nya.

Salah satu gagasan IAS, adalah melakukan zonasi sentra produksi pertanian. Kendala selama ini, ketika ada salah satu komoditas pertanian yang harganya bagus, masyarakat selali terdorong untuk ramai-ramai menanam itu. Komoditas yang sebelumnya dia tanam, dihabiskan karena tergiur dengan kebaikan harga komoditas lain.

Padahal, bisa saja kenaikan itu hanya sesaat saja. Lalu, ketika petani berbondong-bondong menanam komoditas yang harganya lagi naik itu, maka harga tiba-tiba anjlok karena hasil melimpah.

“”Jadi insya Allah jika Pak IAS diberi kemudahan dalam perjuangan menuju gubernur, kami yakin Sulsel bisa maju. Selain itu, kami yakin dan percaya, melihat bagaimana IAS membangun Makassar dulu, seperti Pantai Losari, Sulsel juga bisa seperti itu, termasuk Sinjai,” papar Ketua Asosiasi Petani dan Pedagang Bawang Enrekang itu.

Iswanto juga mengaku, sudah mendengar banyak kisah sejumlah pengusaha Makassar yang mengaku enak menjalankan usaha di zaman IAS menjadi wali kota 2004-2014.

“Itu semua karena sejumlah kebijakan IAS yang memang melindungi pedagang,” tegas H Iswanto. (*)

Pos terkait