Dimutasi Jadi Kadisbudpar Sulsel, Rektor UNM Tarik Prof Jufri

  • Whatsapp

Rektor UNM, Prof. Dr. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN. Eng. (Ist)

UPOS, Makassar – Universitas Negeri Makassar (UNM), memutuskan untuk menarik kembali Prof. Dr. Muhammad Jufri bertugas di kampus sebagai akademisi.

Pertimbangannya, kepakaran dan keilmuan Prof Jufri masih sangat dibutuhkan di UNM.

Rektor UNM, Prof. Dr. Husain Syam, M.TP., IPU., ASEAN. Eng mengungkapkan hal itu menyusul keputusan Plt Gubemur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang memutasi Prof Jufri dari Kepala Dinas Pendidikan ke Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar).

“Prof Jufri juga tidak hadir dan tidak mengikuti pelantikan baik secara langsung ataupun virtual pada 24 September kemarin,” ungkap Prof. Husain, melalui Humas UNM Burhanuddin, Senin (27/9/2021).

Rektor menambahkan, penempatan Prof Jufri sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan tidak sesuai dengan kompetensi dan kepakarannya.

“Dari awal UNM hanya merekomendasikan dan meminjamkan ke Pemprov Sulsel untuk membantu masalah pendidlkan sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia,” terang Rektor.

Rektor menambahkan, sejak Pemprov melakukan job fit dan hasilnya menempatkan Prof. Jufri di Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, UNM sudah bersikap tegas. UNM menolak hasil jobfit yang memutasi Prof. Jufri ke Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan lantaran tidak sesuai kompetcnsi dan kepakarannya.

Rektor menegaskan, sejak awal ikut lelang jabatan, Prof Jufri hanya memilih jabatan Kepala Dinas Pendidikan meskipun dibolehkan memilih tiga jabatan.

Begitu juga saat ikut job fit, Prof Jufri juga hanya memilih jabatan Kepala Dinas Pendidikan. Anehnya, kata rektor panitia seleksi job fit justru meloloskan Prof Jufri sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan.

Hasil job fit Prof Jufri yang lolos sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan ini, menurut Prof. Husain, ibarat pendaftaran SBMPTN yang memilih prodi Teknik Mesin tetapi lulus di Psikologi. Atau sebaliknya memilih Psikologi tetapi lolos di Teknik Mesin.

“Ini aneh. Ada apa dengan manajemen kepegawaian di pemerintah Provinsi Sulsel. Sekali lagi itu juga sebabnya Prof Jufri tidak hadir di pelantikan,” tegas Prof Husain.

Rektor juga meluruskan isu yang menyebutkan Prof. Jufri menghadiri pelantikan secara online. Menurut dia, Prof. Jufri memang tidak mau dilantik karena tidak pernah memilih menjadi Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan.

Sekadar diketahui saja, selama tiga belas bulan lebih mengabdi sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Prof. Jufri sudah mencatat sejumlah prestasi membanggakan.

Di antaranya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 yang berjalan aman tanpa riak dan peringkat Sulsel yang berada di posisi enam hasil SBMPTN 2021.

Soal permintaan penarikan kembali Prof. Jufri ke UNM, Rektor Prof. Husain Syam juga sudah mengirim surat ke Plt Gubemur Sulsel. Surat itu juga menjelaskan beberapa alasan penarikan mantan Dekan Fakultas Psikologi UNM itu.

“Hari ini juga kami mengirim surat kepada pak Plt Gubernur Sulsel, untuk memohon dengan hormat kepada beliau mengembalikan prof Jufri secara resmi dan baik-baik,” jelasnya.

“Saya menghargai sekali keputusan pak Plt Gubernur atas pergeseran itu, tapi mungkin belum saya ketahui apa maknanya,” tambahnya. (*)

Pos terkait