Baznas Makassar Workshop Media Digital dan Film Maker

Imam saat menerima piagam dari Wakil Ketua II BAZNAS Kota Makassar, H.Jurlan Em Saho’as, di Workshop Media Digital dan Film Maker, Jumat (23/12/2022). (Ist)

UPOS, Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), harus tampil sebagai teladan. Pasalnya, lembaga pemerintah nonstruktural ini memikul amanah besar, mengelola dana ummat. Jumlahnya pun tak tanggung tanggung, triliunan rupiah.

Demikian dikatakan Imam, marketing communication BAZNAS TV di tengah-tengah 40 peserta Workshop Media Digital dan Film Maker, Jumat (23/12/2022).

Imam beri materi Workshop Media Digital dan Film Maker, Jumat (23/12/2022). (Ist)

Workshop ini dibuka Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim Matammeng di Maxone Hotel, Kamis, 22 Desember 2022.

Imam mengemukakan, keteladanan BAZNAS dalam pengelolaan dana ummat, perlu ditingkatkan. Makanya, pengelolaan zakat harus bertalian erat, sekaligus mengedepankan tiga aman. Yakni, Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI.

Aman Syar’i, kata Imam, adalah pengelolaan zakat harus selaras dengan koridor hukum syar’i. Yaitu tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, Al-Quran dan Sunnah. Aman Regulasi, dimaksudkan, pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perundangan.

Sementara, Aman NKRI, adalah, pengelolaan zakat di BAZNAS bahwa setidaknya, lebih mempererat persaudaraan, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas, dan menjauhkan diri dari terorisme, demi menjunjung tinggi dan menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Imam mengajak peserta Workshop Media Digital dan Film Maker nantinya, membangun sekaligus memperkanalkan identitas BAZNAS Kota Makassar kepada publik. Tujuannya, agar publik dapat membedakan brand dan jutaan brand lainnya yang semakin menjamur.

Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah, logo, nama, slogan yang khas, atau gabungan dari semuanya. Termasuk, memastikan pesan-pesan yang disampaikan pada publik, termasuk pemangku kepentingan, sehingga tidak saja terkirim dalam satu bahasa yang solid, melainkan dalam satu identitas khas yang membedakannya dengan lembaga lain.

“Upaya, giat komunikasi dalam hal membangun dan memperkenalkan identitas brand pada publik, agar publik dapat membedakan brand kita dari jutaan brand lainnya,” ungkap pemateri Prosedur Produksi Berita dan Program Siaran BAZNAS TV ini.

Pada materi yang dipandu Nabil Salim, Kabid I BAZNAS Kota Makassar ini, Imam mengingatkan, dalam diri amil harus memerhatikan nilai-nilai dan perilaku. Di antaranya, akuntabel, harmonis, adaptif, kompoten, loyal dan kolaborasi.

Akuntabel, yakni, melaksanakan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial dan keagamaan lainnya dengan transparan dan dapat dipercaya. Harmonis, yaitu menjaga kerukunan dan harmoni antara manusia dan perintah Allah SWT, serta direpresentasikan dalam bentuk menjaga keharmonisan muzaki dan mustahik.

Sedangkan Adaptif, adalah senantiasa beradaptasi dalam menghadapi perubahan zaman serta tak henti berinovasi dalam setiap langkahnya. Begitu pula kompoten, merupakan amil yang ahli dan berpengalaman dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial dan keagamaan lainnya.

Loyal, yaitu selalu menjaga loyalitas dan kepercayaan yang diberikan muzaki untuk bersama menebar kebaikan dan manfaat. Begitu pula kolaborasi, yaitu bekerja sama dengan berbagai pihak, maupun lembaga untuk berpadu dalam menyejahterakan umat.

Seperti diketahui, perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi di era revoluasi industri 4.0 membawa masyarakat di planet baru (new normal). Di era ini, masyarakat tidak pernah lepas dari perangkat elektronik seperti komputer, laptop, gadget, televisi, radio, dan sebagainya. Perkembangan tersebut juga memberi banyak manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.

Kemajuan teknologi digital ini membuat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menggelar Workshop Media Digital dan Film Maker. Workshop dibuka Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Makassar, Ahmad Taslim Matammeng itu berlangsung di Maxone Hotel, Kamis, 22 Desember 2022.

Di tengah-tengah 40 peserta, Ahmad Taslim Matammeng mengaku, Workshop Media Digital dan Film Maker bertujuan mengasah anak anak muda milenial, agar mereka memprosesi diri dengan berbagai pengetahuan berkembangnya dunia digital saat ini.

“Medial digital demikian berkembang. Karena itu, jika mereka tidak membekali diri dengan berkembangnya digital, tentunya mereka akan tertinggal sangat jauh. Dari sini, BAZNAS Kota Makassar mengajak anak anak muda ini untuk membekali diri dengan pengetahuan,” terang Gus Taslim, sapaan akrab Ketua Yayasan Pondok Pesantren DDI Galesong Baru, sekaligus mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kota Makassar, H. Jurlan Em Saho’as mengaku, peserta workshop selain anak anak milenial di Kota Makassar yang memiliki pengetahuan dibidang digital, juga perwakilan BAZNAS berbagai kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

Mantan wartawan harian terkemuka Pedoman Rakyat Ujungpandang dan Sutradara Film Air Mata Jendi ini mengatakan, dimulai dari memanfaatkan media digital untuk desain online dan membuat konten kreatif di medsos (Wahyuddin Ridwan, S.Pd., M.Pd), Penulisan Berita Online dan Desain Media (Agus Nyomba –Jurnalis Sindo Online).

Materi lainnya, Publik Speaking (Dr. Nur Setiawati, M.Ag, Ph.D), Prosedur produksi berita dan program siaran BAZNAS TV (Imam Marketing Communication BAZNAS TV), Perencanaan peliputan dan Produksi Program TVRI (Anto Bahri–Ketua Tim Perencanaan dan Pengendalian Produksi dan penyiaran berita, Teknik Fotografi Ocha Alim Bachri (Redaktur Foto TribunTimur), serta Dasar-dasar Penyutradaraan Film–Sjamsul Ma’arif, M.Sn (Film Maker, Dosen IKJ).

“Memang sasaran BAZNAS Makassar dalam kegiatan ini adalah mengajak anak anak muda yang sering membuat konten -konten di media sosial. Kita ajak mereka memperkaya pengetahuan, agar mereka tidak sekadar membuat konten. Melalui pemateri yang ahli di bidangnya, nantinya mereka mampu menuangkan pengetahuan, utamanya konten konten yang memiliki nilai jual, sehingga anak anak muda kita mampu berkreasi di tengah tengah majunya pengetahuan teknologi informasi yang demikian maju saat ini,” pungkas pria Bugis asal Palopo ini. (*)

Pos terkait