Sempat Terlibat Aksi Kejaran, Tim Gabungan Amankan 50 Ton Pupuk Ilegal di Selayar

oleh
oleh
Tim Gabungan Polres Kepulauan Selayar di perairan sebelah selatan laut Selayar menyita pupuk yang diduga kuat akan dijadikan bahan baku pembuatan bom ikan pada Kamis (26/04/2018) pagi.

UPOS, Selayar – Tim Gabungan Kepolisian Resort Polres Kepulauan Selayar dan Sat Polair berhasil mengamankan kapal KLM Eka Putri bermuatan 2400 karung amoniun nitrat atau setidaknya seberat 50 ton pupuk yang juga digunakan sebagai bahan peledak.

Bak adegan film laga, sempat terjadi aksi kejar-kejaran selama kurang lebih 9 jam untuk menangkap para pelaku.

Penangkapan yang dilakukan Tim Gabungan Polres Kepulauan Selayar di perairan sebelah selatan laut Selayar menyita pupuk yang diduga kuat akan dijadikan bahan baku pembuatan bom ikan pada Kamis (26/04/2018) pagi.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Syamsu Ridwan, mengungkapkan bahwa dalam proses penangkapan tersebut jaraknya 50 mil dari pelabuhan Benteng sebelah selatan pulau Selayar. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran antara Tim Gabungan yang dipimpin Ipda Agus Junihardi dan kapal pelaku selama kurang lebih 9 Jam.

“Terjadi pengejaran selama kurang lebih 9 Jam, namun Alhamdulillah, atas kesigapan dan strategi laut yang diterapkan Anggota. Dan penguasaan wilayah laut yang cukup baik maka Kapal akhirnya dapat dikuasai, dihadang dan kita amankan. Pengungkapan ini adalah bentuk Komitmen kami untuk memberantas Illegal fishing di Kabupaten Kepulauan Selayar,”ujar Syamsu Ridwan.

Sesaat setelah menerima informasi tersebut Syamsu Ridwan didampingi Kasat Polair, AKP Tombong bersama sejumlah personil Polair langsung memburu ke lokasi dengan menggunakan speed Patroli. Di lokasi penangkapan, barang muatan kapal berupa ribuan karung ditempatkan dipalka bawah kapal.

Lebih lanjut, Mantan Kabag Ops Polrestabes Makassar ini mengungkapkan bahwa dalam penyergapan tersebut, kapal juga ditemukan membawa bendera Malaysia. Setelah diamankan kapal tersebut digiring ke pelabuhan Benteng Selayar selanjutnya akan melalui proses pemeriksaan dan pengembangan.

“Dari catatan yang dimiliki, penangkapan ini adalah penangkapan terbesar pupuk Amonium nitrat dalam 10 tahun terakhir. 2.400 Karung ini diperkirakan bernilai kurang lebih 6 Miliar rupiah,”jelasnya. (fery)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *