Jejak Pemukiman Dalam Danau Matano Bukti Ada Kampung Yang Tenggelam

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Promosi wisata yang dilaksanakan Dinas Pariwisata lewat Festival Danau Matano tak hanya sekedar pementasan Seni. Dinas Pariwisata juga mendatangkan Tim peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Prov.Sulsel.

Tim ini sudah melakukan penelitian di kedalaman 20 meter Danau Matano.Hasilnya mereka menemukan jejak pemukiman , bengkel , dapur penempaan besi serta arang dan Tembikar. Jejak kehidupan ini tertata dengan baik. Demikian kata Abdulah salah seorang penyelam dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel, Minggu (1/12/2019)

Menurut Abdulah jejak kehidupan di kedalaman 20 meter ini di temukan di lima titik penyelaman. Tinggalan peradaban ini disimpulkan bukanlah sesuatu yang dibuang kedanau untuk ditenggelamkan. Melainkan tinggalan peradaban yang ditinggal penduduknya akibat aktivitas gempa dan naiknya permukaan air danau.

” Kami sudah menelitinya , indikasinya adalah sebuah pemukiman, jejak pemukiman ini malah lebih tua usianya dari pada tinggalan budaya yang ada di darat, yang di dalam danau ini diperkirakan peradaban budaya peninggalan abad ke 10 ” Ungkap Abdulah

Abdulah menyimpulkan kehidupan manusia di seputar Danau Matano ini sudah maju dan moderen untuk ukuran abad itu.
” Untuk kategori peleburan besi itu sudah sangat maju. bagaimana cara mereka mendapatkan bahan, bagaimana mengubah bahan itu menjadi besi, merakit atau menempa menjadi perkakas itu sangat maju ” Ungkap Abdulah

Temuan pemukiman ini tidak diangkat kedarat , melainkan dipetakan dan ditentukan luasannya, sehingga siapapun yang ingin melihat jejak pemukiman ini sudah ada titik lokasinya.

” Kedepan jika ini ingin dikembangkan menjadi obyek wisata minat khusus dengan penyelaman sangat bagus karena bukan hanya cagar budayanya tetapi disini potensi alam dan lingkungan masih bagus. termasuk jenis flora dan faunanya yang indemik ” Terang Abdulah

Misi penyelaman ini sebenarnya untuk pemetaan dan penggambaran, selaku dasar untuk menentukan luas ketika dia ditetapkan sebagai cagar budaya. kondisi danau masih bagus, justeru tinggalan -tinggalan didanau masih bagus ketimbang yang didarat.

Hanya saja jika ditetapkan menjadi Cagar Budaya, maka pelibatan masyarakatnya untuk menjaga kelestarian danau baik yang didarat maupun di dalam danau sangat diharapkan. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment