Ini Pembukatian Mahading Memang Pantas

oleh

UPOS,Luwu Timur – Massa dari daerah pemilihan Satu, Malili – Angkona berjubel menghadiri Silaturahmi Politik Caleg DPRD Luwu Timur Mahading. Acara Golkar ini dipusatkan di desa Wewangriu Kecamatan Malili tepatnya pinggir sungai Malili. Sabtu (5/4/2019 ) Sore

Banyaknnya Massa yang hadir di acara tersebut tanda sinyal perlawanan Mahading juga sebagai jawaban kalau dirinya masih mendapat tempat di basis massa khususnya di Dapil satu.

Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, Caleg Golkar nomor 4 Mahading , kerap dipandang remeh oleh rival politiknya dalam persaingan menjadi Anggota DPRD Lutim. Mahading dianggap sudah ditinggalkan pemilihnya. Maka acara silaturahmi ini merupakan Pembuktian Mahading ke Publik Luwu Timur kalau dirinya memang Caleg yang Pantas untuk mewakili rakyat Luwu Timur dari Dapil Satu.

Kedatangannya di lokasi acara disambut gempita oleh para pendukungnya, bahkan warga berebutan untuk bersalaman dengan dirinya. Mahading datang ke lokasi acara didampingi ketua DPD Golkar Luwu Timur, Muhammad Thorig Husler dan caleg Golkar Muh.Taqwa Muler yang membidik kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Saat menyapa pendukungnya, Mahading mengajak pendukungnya menjadi Pemilih yang Pantas dan memilih Caleg yang Pantas. ” Karena Pantas kami berhikmat dalam Perjuangan. ” Ujar Mahading

Sebelum masuk dalam orasi Politiknya, Mahading terlebih dahulu memperkenalkan dirinya. Ia mengaku lahir dan besar di Malili, SD hingga SMA ditamatkan di Malili. Kemudian melanjutkan keperguruang Tinggi di UNHAS di Fakultas Ilmu Soisial dan Ilmu Politik 7 tahun. Selanjutnya mendaftar ke jenjang S2 di Universitas Indoneasia. ” Saya lulus tapi karena dari keluarga berekonomi lemah akhirnya saya berhenti kuliah di Pasca Sarjana itu . Saya pun pulang kampung. ” kata Mahading

Setelah itu kata Mahading, ia ikut dalam perjuangan pembentukan kabupaten Luwu Timur, perjuangan itupun berhasil, Luwu Timur menjadi Kabupaten Baru di Sulsel. Setelah terbentuk Luwu Timur , ia terpilih menjadi Ketua KPU pertama Luwu Timur.

Usai menjadi Komisioner, Mahading memimpin perjuangan Hatta – Husler, menjadi ketua tim Laskar Pelangi. Perjuangan ini pun berhasil. Andi Hatta bersama Husler menjadi Pemimpin di Luwu Timur. Setelah Periode Andi Hatta berakhir , Mahading kembali diminta untuk menjadi ketua tim pemenangan Husler-Irwan menjadi Bupati dan wakil Bupati Luwu Timur.

Hasilnya luar biasa semua kecamatan berhasil dimenangkan, ini sejarah baru bagi Luwu Timur, dan mungkin juga di Sulawesi Selatan. Kenapa saya terima tawaran menjadi ketua tim pemenangan waktu itu, karena saya ingin orang yang memimpin Luwu Timur adalah orang yang tepat, dan orang yang tepat adalah pak Husler dan Pak Irwan waktu itu.

Lanjut Mahading , Ia sangat mengerti persoalan yang ada di kampung kita ini, mulai Wewangriu, Mantadulu sampai Tawakua sana, bahwa problem pertama adalah soal Pertanian. Petani kekurangan Pupuk, Biaya oprasional tinggi sementara harga panen murah. Olehnya itu kebetulan ada ketua Golkar yang jadi Bupati di Lutim mudah-mudahan ada solusinya. Kata Mahading

Mahading mengaku berani mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Lutim, karena ingin memastikan program – program Husler – Irwan yang pro rakyat ini dikawal dengan baik. Bantuan Beasiswa untuk Mahasiswa itu harus dijalankan sampai Lima Tahun kedepan lagi. Kita ingin memastikan pendidikan di Lutim berkualitas, Dokter kita berkualitas sehingga kita bisa setara dengan beberapa kota yang lainnya di Sulsel.

Sebagai Calon Anggota DPRD Lutim, Mahading mengaku tidak bisa menjanjikan apa-apa, karena Anggota Dewan itu buka eksekutor. Yang bisa menjanjikan dan mengeksekusi janji itu hanya Bupati. Jika ada Caleng yang datang menjanjikan sesuatu itu bohong. ” Kecuali saya punya hubungan baik dengan pak Bupati, maka saya bisa bisik-bisik di belakang tentunya untuk urusan rakyat. ” Ujar Mahading

Dalam Closing Statemennya, Mahading mengunci pemilihnya dengan mengatakan ” Memilih dengan Akal tentu memberikan jaminan kualitas dari demokrasi, jangan gadai suara bapak ibu sekalian dengan uang, dengan janji dan seterusnya. karena itu akan merusak tatanan demokrasi yang sudah kita bangun. Izinkan saya mewakili anak muda yang punya idelaisme dan tidak melakukan transaksi dalam bentuk apapun kecuali punya punya gagasan dan ide. Jadilah Pemilih yang pantas dan memilih yang pantas pula ” Tutup Mahading yang di sambut tepuk tangan dari pendukungnya. ( UjungpandangPos /***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *