Ini Keluhan Basarnas Tangani Bencana di Mahalona

oleh

UPOS,Luwu Timur – Basarnas Wilayah Kendari – Luwu Timur mengaku kesulitan berkoordinasi dengan pemerintah desa di Mahalona Kecamatan Towuti terkait penanganan warga setelah jembatam Loppe Putus. Koordinasi ini penting agar tindakan yang akan dilakukan tidak salah kaprah. Demikian Kata Has Ere Kepala Basarnas Wilayah Kendari- Luwu Timur, Sabtu ( 8/5/2019)

Menurut Has Ere Jembatan Loppe itu putus pada Senin lalu, Hari Selasa Basarnas bersama BPBD sudah kelokasi bencana dengan membawa perahu karet.

Selama berada di lokasi tidak satupun pemerintah desa datang, sehingga menyulitkan untuk berkoordinasi.

” Warga minta kami meninggalkan satu buah perahu karet, saat ditanya siapa yang mau bertanggung jawab tidak ada yang bersedia, akhirnya fasilitas untuk evakuasi ditarik ke Malili.” Terang Has Ere

Efek jembatan putus itu membuat warga di SP4 tidak bisa melintas, namun bukan berarti tidak ada jalan lain untuk keluar dari daerah tersebut.

“Saat kami di lokasi warga yang tidak mau di evakuasi mengatakan masih ada jalan darat dengan menggunakan kendaraan meski itu harus memutar ” Ungkap Has Ere

Has Ere mengaku Basarnas tidak bisa bertahan di lokasi jembatan putus Mahalona karena ada instruksi dari Basarnas Pusat agar seluruh Basarnas di daerah siaga di lokasi tempat wisata. Karena pasca lebaran tempat wisata akan menjadi konsentrasi warga untuk menghabiskan masa liburan. ( UjungpandangPos/***)