Gempa Guncang Situbondo, 7 Warga Sumenep Terluka

oleh
Situasi pasca gempa di Situbondo, Jawa Timur. (Foto : Int.)

UPOS, Sumenep- Akibat gempa bumi yang terjadi di 61 Km Timur Laut Situbondo, dengan kekuatan 6,3 Skala Richter (SR), membuat sejumlah warga terluka.

BPBD Kabupaten Sumenep mencatat setidaknya ada 7 orang korban luka akibat dampak gempa yang terjadi pukul 01.44 WIB, Kamis (10/10/2018). “Yang luka hingga pagi ini ada tujuh orang tersebar di dua kecamatan yakni, Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong, “ujar Kepala BPBD Kabupaten Sumenep, Rahman saat dihubung awak media.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggolongkan gempa bumi di Situbondo berkekuatan 6,3 skala Richter (SR) Pukul 01.44.57 WIB sebagai gempa jenis dangkal.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust, “jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Dia mengatakan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi di wilayah Laut Bali itu dibangkitkan deformasi atau pemisahan batuan dengan mekanisme pergerakan sesar naik. Guncangan gempa itu, kata dia, dilaporkan dirasakan di daerah Denpasar dalam skala intensitas III-IV MMI. Sementara kawasan Karangkates, Gianyar, Lombok Barat, Mataram, Pandaan di angka III MMI.

Data sementara dampak gempa bumi yang mengguncang Situbondo, Jawa Timur, dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam Kabupaten Semenep Jawa Timur.

Berikut identitas tujuh korban luka dari BPBD Kabupaten Sumenep hingga pukul 08.00 WIB, seluruh korban terluka akibat terkena robohan tembok rumah:

1. Aswiya (65), warga Dusun Pancor, Desa Pancor, Kecamatan Gayam;

2. Sudi (60), warga Dusun Wakduwak, Desa Pancor, Kecamatan Gayam;

3. Hj. Nasia ((55), warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam;

4. Lihami (70), warga Dusun Guder Dejeh, Desa Nyamplong, Kecamatan Gayam;

5. Muhawiya (60), warga Dusun Karang Nyior, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam;

6. Muhama (65), warga Dusun Karang Nyior, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam;

7. H. Samsu (65), warga Dusun Jelegung, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *