Soal Luteng, Sekjen FUIB Luwu Raya Apresiasi Mahasiswa

0 Komentar

UPOS, Luwu – Aksi gabungan mahasiswa Wija To Luwu menyuarakan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Sekjen FUIB Luwu Raya, Abd Rauf La Dewang.

Tokoh aktivis pemuda ini berharap agar apa yang diperjuangkan oleh mahasiswa bisa terwujud.

Sebab menurutnya, pembentukan Luwu Tengah merupakan wujud dari realisasi amanah leluhur yang telah lama diperjuangkan.

Ia mengatakan, masyarakat di Luwu Raya sudah lama merindukan pemekaran Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Luwu Tengah sehingga nantinya menjadi Provinsi Luwu Raya.

“Pernyataan Presiden Jokowi sebelumnya yang akan memekarkan Papua, patut diapresiasi semua pihak, terutama masyarakat Luwu Raya, sehingga kebijakan setelah moratorium sejak 2014 dapat dicabut sehingga Provinsi Luwu Raya dapat dimekarkan sebagaimana daerah lainnya di Indonesia,” ungkap Rauf ketika dikonfirmasi, Sabtu (16/11/2019).

Jika moratorium pemekaran wilayah dicabut, lanjut Rauf, maka sifatnya menyeluruh.

“Jadi pemekaran wilayah ini biar aturan yang menentukan, jangan ada diskriminatif lagi karena masyarakat yang berada di Luwu Raya mempunyai hak yang sama dengan masyarakat di Papua,” sebut dia.

“Olehnya itu, apapun alasannya, negara tidak boleh berlaku diskriminatif. Jika Papua bisa dimekarkan, maka Luwu Raya juga bisa, dan itu dimulai dengan pemekaran Luwu Tengah,” tambahnya.

Rauf menegaskan jika pemekaran Luwu Tengah sudah menjadi harga mati.

“Karena Provinsi Luwu Raya merupakan amanah Leluhur,” tutupnya.(Tiara)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment