Reklamasi Lahan Tambang PT PUL Terkesan Asal-Asalan

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Manajemen PT PUL mengakui sudah menindaklanjuti instruksi penataan Lingkungan dikawasan yang terganggu akibat penambangan nikkel . Ini disampaikan oleh Muhammad Saroh Kepala Teknik Tambang PT PUL saat diminta untuk memaparkan progres penataan lingkungan saat pertemuan yang berlangsung di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur . Senin (9/11 /2020 )

Menurutnya, PT PUL sudah melakukan penanaman pohon di titik lokasi penambangan . Pohon yang ditanam berupa pohon kayu jawa, kayu bunga , pohon kapok . Kalau cover crop ini belum dilakukan karena tumbuhannya harus dikirim dari bandung .

Demikian juga dengan alat curah hujan , Muhammad Saroh mengatakan sudah memasang dua alat pengukur curah hujan , tapi alat itu hilang dicuri dilokasi tambang PT PUL . ” Jadi pada dasarnya kita sudah melaksanakan intruksi tersebut .” Ungkap Muhammad Saroh .

Utta Siddik, Warga Ussu dalam kesempatannya menyampaikan pendapat , mengatakan pepohonan yang ditanami oleh PT PUL sudah pada mati . Kami sudah masuk kelokasi dan melihat kondisi lapangan. ” Itu pohon kapok yang kamu tanam mati semua, karena model penanaman anda tangkai pohon kapok yang kamu tancapkan ketanah baru kamu poto seolah-olah sudah hidup . Jadi ada akal-akalan dalam proses penghijauan yang dilakukan PT PUL . ” Jangan mi kami dibohongi pak, kami sudah masuk kelokasi dan sudah juga memotret hasil penataan lingkungan yang kalian lakukan. ” Kata Utta Sidik

Selanjutnya Jois, warga , juga mengatakan, dalam hal reklamasi harusnya PT PUL menanam jenis pohon lokal yang ada dilokasi tambang sebelum mereka gusur . Harusnya jenis-jenis pepohonan itu didata dan dibibit . Nanti pohon itulah yang ditanam kembali . Bukan pohon Kapok, pohon kayu bunga , Disitu kami menilai PT PUL tidak punya konsep kerja yang jelas saat menambang di Desa Ussu . ” Tempat pembibitan saja bapak tidak punya bagaimana caranya bapak mau bicara soal reklamasi . ” Tutup Jois . ( UjungpandangPos /***)

Penulis : ***
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment