Program Belajar dari Rumah, Penghasilan Toko Seragam Sekolah Anjlok

0 Komentar

UPOS, Makassar- Kebijakan pemerintah untuk terus meminta kepada pelajar dan mahasiswa untuk belajar dari rumah, membuat para pedagang seragam sekolah mengeluh.

Pendapatannya menurun hingga 90 persen dibanding pandemi Covid-19 menimpa Indonesia, khususnya Makassar. Seperti yang dialami oleh toko Riri Fashion yang terletak di Jalan Todopuli 10.

“Sekarang pembeli sepi sekali. Pembeli bisa dihitung jarilah tiap harinya. Barang banyak yang tinggal. Omzet menurun sampai 90 persen,” aku Andi Hasna, pemilik toko Riri Fashion, yang ditemui pada Selasa (23/6/2020).

Untuk mengatasi kerugian, Hasna mengaku cuma mengurangi produksi seragam sekolah. “Terpaksa produksi sudah dibatasi hampir sampai setengah dari produksi biasanya,” lanjutnya.

Begitu yang dirasakan oleh Daus pemilik toko Harmoni di Jalan Kajaolalido. Omzetnya menurun hingga 70 persen.

“Yang dulu kita dapat puluhan juta per hari, sekarang rata-rata hanya 3 juta bahkan pernah ratusan ribu saja,” ungkap Daus.

Daus juga mengungkapkan tahun ini adalah rekor pengunjung tersepi dari tahun ke tahun.

“Kalau waktu-waktu seperti ini musim sekolah banyak sekali yang antri dan menunggu, stok selalu kehabisan, sekarang sudah sepi bahkan lebih sepi dari bulan yang bukan musim masuk sekolah dan belum ada pandemi,” pungkasnya. (Ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment