Polres Toraja Utara Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022, 200 Personel Gabungan

Polres Toraja Utara, apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2022, dipimpin Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, ST, di halaman Mapolres Toraja Utara, Jalan Dr. Samratulangi No. 72 Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Jumat (22/4/2022). (Ist)

UPOS, Toraja Utara – Polres Toraja Utara, melaksanakan apel gelar pasukan operasi Ketupat 2022 di halaman Mapolres Toraja Utara, Jalan Dr. Samratulangi No. 72 Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Jumat (22/4/2022).

Pelaksanaan apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh Polda dan Polres se-indonesia, dalam rangka mengecek kesiapan operasi kepolisian terpusat tahun 2022.

Apel Gelar Pasukan ini dihadiri oleh Kapolres Toraja Utara, AKBP Eko Suroso, S.I.K, Wakil Bupati Toraja Utara Frederik Viktor Palimbong, ST, Dandim 1414/Tana Toraja yang diwakili Kasdim Mayor. Inf. Oberan Tandirerung, Kacabjari Rantepao Michael. DS. Pongsitanan, SH, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Marthen Rano, SH, Dinas Kesehatan dr. Yuspin Paro, Kasi Trantib Satpol PP Saktinus.

Ketua PMC Pemuda Pancasila, Ambayadi Paranoan, Para Pejabat Utama Polres Toraja Utara, Para Kapolsek Jajaran dan Perwira Polres Toraja Utara, Ketua PMKRI Cabang Toraja Frenly Sampe Be’tu, serta Ketua FKPPI Yosep Pasulu.

Dalam pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022 kali ini mengambil tema “Apel Gelar passukan Operasi Ketupat Semeru 2022 wujud sinergi Polri dengan Instansi Terkait, untuk menjamin Masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idul Fitri 1443 H di wilayah hukum Polres Toraja Utara”.

Polres Toraja Utara, apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2022, dipimpin Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, ST, di halaman Mapolres Toraja Utara, Jalan Dr. Samratulangi No. 72 Kecamatan Rantepao Kabupaten Toraja Utara, Jumat (22/4/2022). (Ist)

Wakil Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, ST, selaku pimpinan apel dalam amanatnya menjelaskan, bahwa pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022 ini untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif pada perayaan hari raya Idul Fitri 1443 hijriah.

“Perayan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dan tradisi masyarakat Indonesia, untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul dan bersilaturahmi. Berbeda dengan idul fitri tahun lalu, untuk tahun ini pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melaksanakan Mudik Lebaran,” terang Wakil Bupati Toraja Utara.

Walaupun saat ini situasi Pandemi Covid-19 sudah terkendali, namun perlu tetap melaksanakan aturan dan prosedur protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Sehingga adanya kemungkinan terjadinya transmisi Covid-19 bisa kita kendalikan.

“Polri didukung dari TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainya terus bersinergi dalam mensukseskan pelaksanaan Operasi Ketupat 2022, selain itu Polri bersama petugas gabungan akan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi,” ungkapnya.

Pelaksanaan pengamanan Idul Fitri ini, tentunya tidak lepas dari kebijakan pemerintah melalui Imendagri Nomor 22 tahun 2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat.

“Ada pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. Pos tersebut digunakan untuk beberapa fungsi selain untuk pusat informasi, juga digunakan sebagai sarana tempat istirahat, sementara bagi para pengemudi tentunya juga ada gerai vaksin bagi yang belum vaksin,” pungkas Frederik Viktor Palimbong.

Adapun peserta apel dalam Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2022 yang dilaksanakan di halaman Mapolres Toraja Utara tersebut dikuti oleh Personil Kodim 1414/Tator, Personil Polres Toraja Utara, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Pemuda Pancasila, FKPPI, serta PMKRI.

Sementara itu, Kapolres Toraja Utara AKBP Eko Suroso mengatakan, “Pada Ops Ketupat 2022, Polres Toraja Utara mendirikan 6 pos pelayanan dan pos pengamanan, yakni pos lantas, pos Kaleakan, pos Ketekesu’, pos perbatasan Rantepao-Makale, pos To’ Tombi, juga pos Lemo,” jelas AKBP Eko Suroso, S.I.K, melalui keterangannya.

AKBP Eko juga menyebutkan, “Kita melibatkan kurang lebih 200 personel gabungan dari Polri, TNI, dinas terkait serta partisipasi masyarakat baik dari Ormas dan Organisasi Kemahasiswaan dan pemuda,” tutur perwira dua bunga di pundak itu. (*)

Pos terkait