PMI MoU dengan Kemenaker dan Organisasi Masyarakat Tionghoa Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI), menggandeng sejumlah lembaga dan organisasi, melakukan penandatanganan MoU, terkait pemenuhan stok darah secara nasional, Sabtu (17/9/2022). (Ist)

UPOS, Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI), menggandeng sejumlah lembaga dan organisasi dengan melakukan penandatanganan MoU, terkait pemenuhan stok darah secara nasional.

Hal itu dilakukan, dalam upaya pemenuhan kebutuhan darah di Indonesia yang membutuhkan sekitar 5 juta kantong darah setiap tahunnya.

Adapun ketiga lembaga dan organisasi tersebut adalah Kementerian Ketenagakerjaan RI, Lion Club Indonesia dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI). Penandatanganan MoU yang dilakukan di sela-sela peringatan hari ulang tahun PMI itu dihadiri Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, Menteri Tenaga Kerja, Ida Fauziyah, dan Ketua Umum PSMTI, Willianto Tanta dan Gubernur Distrik Lions Club DKI, Jessica Budiman.

Ketua Umum PMI Pusat, JK mengapresiasi proses MoU serta kegiatan donor darah antara PMI dengan PSMTI Maupun Kemenaker. Ia menilai, itu dilakukan sebagai wujud kepedulian masyarakat.

“Ini merupakan kepedulian masyarakat dalam membantu sesama untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Jadi ini dari manusia ke manusia,” kata JK, usai penandatanganan MoU di Markas PMI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9/2022).

Bagi JK, apa yang dilakukan oleh PMSTI dan Kemenaker adalah bagian dari pemenuhan 5 juta kantong darah yang dibutuhkan di Indonesia setiap tahun. PMI, lanjut JK, adalah lembaga yang mengatur persoalan darah dan dapat memberikan darah tersebut kepada pasien yang sementara menjalani perawatan di rumah sakit kapan pun.

“Karena ini dari manusia ke manusia dan ini sangat dibutuhkan,” tambah JK.

Lebih jauh, JK memastikan, di hari ulang tahun ke-77 tahun ini, PMI bakal terus melakukan kegiatan-kegiatannya sosial. Seperti donor darah, penanganan bencana, dan mengatur perdamaian serta membantu sosial masyarakat. Namun ia menyadari, jika semua kegiatan tersebut membutuhkan partisipasi dari masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan sama, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah juga mengapresiasi kesepakatan kerja sama tersebut. Bahkan Ida meyebut 4 lingkup yang menjadi kerja sama antara Kemnaker dengan PMI.

“Pertama terkait pembinaan, keselamatan, dan keselamatan kerja. Kedua, pelayanan sosial dan advokasi, ketiga pembinaan hubungan industrial, dan keempat terkait pengurangan resiko bencana bagi pekerja atau buruh,” sebut Ida.

Menaker Ida Fauziyah menambahkan, ia berharap PMI terus ada di hati warga Indonesia serta bisa terus memberikan bantuan pada sesama. Apalagi, lanjut Ida, hari ini telah diadakan donor darah secara serentak di seluruh Indonesia.

“Saya kira ini bukti nyata dan harus mendapatkan apresiasi, satu tetes darah menyelamatkan jiwa manusia,” ujar Ida.

Sementara itu, Ketua Umum PSMTI, Willianto Tanta menyambut positif MoU, terkait donor darah tersebut. Ia juga melaporkan, jika di hari ulang tahun PMI, hari ini, PSMTI telah melakukan donor darah di 10 kabupaten dan kota di 10 provinsi di Indonesia.

“Untuk bulan September tahun ini, target kita adalah di 36 titik pelaksanaan donor darah dengan target sebanyak 25 ribu kantong darah. Program kita ini untuk memenuhi target 5 juta kantong darah,” sebut pengusaha asal Makassar tersebut.

Ia juga menyampaikan, jika PSMTI akan meningkatkan pelaksanaan donor darah minimal tiga kali dalam satu tahun. Termsuk kegiatan donor darah PSMTI yang digelar setiap bulan Ramadhan.

“Kami pada saat bulan puasa itu gencar melakukan donor darah. Karena disaat orang muslim berpuasa stok darah kadang menurun sehingga kami dari paguyuban membantu memenuhi kebutuhan darah.,” tutup Willianto. (*)

Pos terkait