PD Pasar Makassar Janji Tutup Pasar yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

0 Komentar

UPOS, Makassar- Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya berjanji akan menutup pasar-pasar tradisional, jika para pedagang tetap membandel, tidak menerapkan protokol kesehatan.

Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan, mengatakan sejauh ini, potensi penularan virus masih sangat mungkin terjadi di pasar-pasar tradisional.

“Survei dari dokter FKM itu, tingkat kunjungan orang ke pasar itu paling tinggi. Sehingga artinya potensi klaster bisa tinggi dari pedagang dan pengunjung,” kata Saharuddin saat dihubungi, pada Kamis (16/7/2020).

Sahar mengungkapkan, jika penyebab ketidakpatuhan pedagang dan pengunjung pasar karena faktor kebiasaan yang tidak mudah beradaptasi.

“Ada semuanya maskernya tapi di dagu mereka simpan. Alasannya karena pembeli tidak mendengar suaranya pedagang,” paparnya.

“Sama halnya dari 10 tahun lalu kita disuruh cuci tangan, tapi orang dulu cuek, baru sekarang sadar,” sambungnya.

Dijelaskan, kurangnya penjagaan yang ketat, membuat masyarakat kerap abai terhadap protokol kesehatan di pasar.

Kendati demikian, saat ini Sahar hanya mengandalkan karyawan PD Pasar untuk melakukan pengawasan sambil menunggu personil dari pemerintah Kota Makassar.

“Sementara tim kami yang turun seperti sosialisasi terutama pedagang senior yang kami tegaskan untuk (membantu) mengingatkan pedagang kaki 5 dan pedagang d pasar untuk senantiasa menggunakan masker,” ucapnya.

Menurut Sahar pendekatan persuasif merupakan metode yang penting dilakukan dalam sosialisasi.

“Karena ada waktunya tidak berjaga, tidak selamanya di situ berjaga sehingga yang kita butuhkan pendekatan persuasif,” kata Sahar.

Sementara untuk penerapan sanksi Sahar menyebut telah menyampaikan sanksi menurut Perwali No. 36 Tahun 2020 terhadap para pedagang yang tidak patuh pakai masker jika telah ditegur 3 kali.

Sedangkan jika hampir keseluruhan pedagang pasar tidak patuh pakai masker maka ada 2 sanksinya.

“Pertama, jika mereka tidak mampu mematuhi protokol kesehatan akan diberlakukan lagi setengah hari pasar. Kedua, pasar akan ditutup,” pungkasnya. (*)

Penulis : Nurul Izmi
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment