Menyikapi Kebijakan New Normal, Husler Selangkah Lebih Maju Dari Daerah Lain

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Setelah berbulan-bulan berjibaku melawan penyebaran Virus Corona, kini Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sudah mempersiapkan diri untuk memasuki Era New Normal. Kesiapan ini sudah dibicarakan Bupati Luwu Timur Muh.Thoriq Husler dengan sejumlah kepala SKPD saat menggelar rapat evaluasi Covid-19 diruang Sasana praja Kantor Bupati Luwu Timur. Kamis (28/05/2020 )

Menurut Bupati Luwu Timur, ketika New Normal akan diberlakukan dengan demikian, Sistem Kerja ASN kembali normal, Pasar , Sekolah, Rumah Ibadah akan dibuka dan berjalan normal seperti biasa. Diterapkannya New Normal bukan berarti penanganan Covid-19 sudah selesai. Tindakan-tindakan untuk mengamankan warga agar tetap terhindar dari Virus Corona tetap dilakukan. ” Untuk itu Protokol Kesehatan tetap dilaksanakan , Tentunya keputusan ini akan di umumkan menunggu kebijakan Provinsi Sulsel terkait Masa Tanggap Darurat . ” Ujar Husler

Terkait pembukaan Rumah dan Pasar itupun harus didasarkan pada kesepakatan warga di wilayah masing-masing, sehingga kebijakan tersebut benar-benar mencerminkan kehendak warga. Untuk anak sekolah Dinas Pendidikan harus memikirkan langkah-langkah pengamanan kesehatan anak didik. ” Apakah sebelum masuk sekolah , seluruh ruangan harus di semprot menggunakan Desinfektan dan di pintu gerbang sekolah juga apakah harus disediakan tempat cuci tangan dan handsanitizer. ” Ini semua harus kita pikirkan sebelum kita melangkah pada New Normal. ‘ Tandas Husler .

Terkait angka positif Corona yang terus bertambahdiakui Husler memang ini banyak yang mendapat tanggapan yang beragam dimasyarakat, bahkan warga diluar Luwu Timur juga mempertanyakan hal itu. Namun saya tegaskan kata Husler itulah hasil kerja nyata kita dalam menangani Pandemi Corona di Luwu Timur. ” Kita memang mencari warga yang terpapar Corona, kita tidak tinggal ditempat hanya menunggu warga yang terkapar. Inilah kerja nyata Luwu Timur. ” Terang Husler.

Banyak jumlah yang positif karena banyak yang menjalani Rapid Tes dan Swab. Alhamdulillah Rapid Tes yang dilakukan Tim Gugus Tugas Luwu Timur gratis. Berbeda dengan daerah lain sekali Rapid Tes harus bayar Rp.400 000 sampai Rp.600.000. Sekarang disejumlah daerah termasuk di Jakarta sudah menerapkan setiap warga yang datang harus punya Surat Keterangan Bebas Covid baik itu hasil Rapid maupun hasil Swab. Bagi yang tidak punya akan dirapid dan wajib membayar sendiri biaya Rapid dan Swabnya.

” Dari Rapid Tes massal yang kita lakukan saat ini, Sekarang sudah ribuan warga Lutim yang sudah mengantongi Surat Bebas Corona tanpa harus membayar. Inilah kerja cerdas kita selalu berusaha selangkah lebih maju . ” Kata Husler.

New Normal yang akan kita lalui, bukan berarti membebaskan ruang gerak dari protokol Kesehatan, Setiap warga tetap mengenakan masker, mencuci tangan dan tetap menjaga Kebersihan. Kita masih tetap harus waspada dengan wabah Corona tapi kita juga tidak boleh takut berlebihan dengan Corona. ( UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment