Mahading Reses Di Lampia, Ada Warga Minta HP

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Banyak aspirasi dan keluhan warga Lampia disampaikan dalam Reses Perorangan Anggota DPRD Luwu Timur, Mahading. Temu Konstituen ini dilaksanakan di Desa Harapan, Kecamatan Malili Selasa (21/07/2020 ) Sore.
Dalam Reses tersebut Mahading di dampingi sejumlah OPD diantaranya DLH, PUPR, Dinas Kelautan dan Kepala Desa Setempat.

Pak Yusuf, Aspirasinya meminta perbaikan drainase di dusun Mekarti yang sudah lama diusulkan tidak pernah diwujudkan, ia juga meminta dermaga Lampia ditambah panjangnya 100 meter lagi. Termasuk pengaspalan jalan . Ia juga menyampaikan pemerintah Luwu Timur ikut membantu petani merica yang kini terpuruk. ” Harga pupuk kandang 28 000 satu karung, harga merica 30 000 per kilo, dianggap tidak sebanding dengan biaya oprasional. ” Ungkap Yusup

Selain itu jembatan yang menghubungkan desa Harapan dengan desa Pasi-Pasi, diminta segera dibangun karena jembatan tersebut merupakan akses bagi warga untuk kekebun dan berinteraksi dengan desa tetangga.

Ibu Arnita, mempermasalahkan soal belajar jarak jauh secara online, ia meminta kalau bisa sekolah dibuka kembali dan anak-anak sekolah dengan tatap muka langsung dengan guru namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Ia menyebut sekolah jarak jauh menyulitkan orang tua wali murid.

” Belajar jarak jauh ini harus pakai HP anroid, sementara tidak semua orang tua murid punya HP android, kalaupun ada tidak bisa beli pulsa data, bagi yang punya HP android bisalah kita numpang hospotnya, tapi kalau tak punya HP mau bagaimana ini, tolong bisakah ini difasilitasi. Kalau bisa pemerintah belikan kami HP Android . ” Ungkap Arnita

Mahading dalam kesempatan tersebut menegaskan, Anggota Dewan bukan yang mengeksekusi setiap program, namun anggota dewan hanya bisa mengusulkan dan menetapkan program tersebut bersama pemerintah. Mahading dalam kesempatan tersebut mencoba membuka cara berpikir warga Lampia untuk tidak masuk dalam alam pikirian yang berkutat dengan bantuan.

Namun bagaimana caranya melahirkan satu gagasan yang jauh lebih baik salah satunya memberdayakan BUMD dengan mengelola potensi laut dan pertanian yang ada di Lampia. Sehingga kelak hasilnya akan lebih baik secara ekonomi yang bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi warga Lampia. ” Sehingga ada atau tidak adanya bantuan itu tidak berpengarus buat warga Lampia ” Ungkap Mahading.

Terkait usulan pembangunan drainase, pengaspalan, penambahan panjang dermaga, hingga soal harga merica yang anjlok, hal ini akan menjadi hasil reses yang akan dibawa ke DPRD untuk dibahas dan dikoordinasikan dengan OPD yang terkait. Jika tidak bisa diakomodir dalam APBD Perubahan, maka akan diupayakan masuk dalam APBD Pokok.

Mahading menjelaskan kenapa banyak program pembangunan tidak jalan tahun ini, salah satu penyebabnya adalah Indonesia lagi diserang Virus Corona. Imbasnya setiap daerah di Indonesia termasuk Luwu Timur anggarannya dipotong 50 persen. ” Jadi tahun ini boleh dibilang tahun pusing bagi kita semua ” Ungkap Mahading.

Soal minta fasilitas HP Android ini agak berat, karena memang dibutuhkan untuk belajar jarak jauh secara online, disisi lain banyak mental anak-anak rusak juga karena HP. ” Saya sempat bicara dengan Kadis Pendidikan, ada strategi belajar mengajar yang di instruksikan kepada para kepala sekolah dimasa pandemi Corona. Anak-anak yang tidak punya HP itu akan dibuatkan kelompok kecil dimana gurunya akan datang memberikan pembelajaran atau anak-anak yang mendatangi gurunya untuk mendapat pembelajaran. nah saya tidak tahu juga apa ini sudah diterapkan atau tidak oleh pihak sekolah. ” Ungkap Mahading. ( UjungpandangPos/***)

Penulis : ***
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment