Ketua FPI Lutim : Menteri Agama Tak Paham Demokrasi

0 Komentar

UPOS,Luwu Timur – Wacana yang dilontarkan Menteri Agama Fachrul Razi, larangan Cadar, Celana Cingkrang dan Penggunaan simbol Syariat Islam membuktikan Jokowi salah angkat menteri.Jokowi mengangkat Menteri Agama yang tak paham dia hidup dalam Negara Demokrasi. Demikian Kata Abdul Rauf Ladewang Ketua FPI Luwu Timur, (1/11/2019)

Menurut Rauf, Menteri agama kita lupa dia hidup di alam Demokrasi Pancasila, konsekwensinya harus siap menerima perbedaan.

Warga yang ingin pakai Cadar, Celana Cingkrang selama tidak melanggar hukum dan tidak menganggu orang maka itu bukan masalah.

” Yang jadi masalah ini pak menterinya kerja belum jelas hasilnya tapi sudah mengundang keributan.

Menurut Rauf, statemen Menag Facrul Razi tersebut terkesan tidak bersahabat dengan umat Islam. Sebab, penggunaan cadar dan celana cingkrang merupakan pilihan dan hak bagi umat Islam.

” Umat Islam mau pakai cadar atau tidak, pakai Celana Cingkrang atau tidak itu pilihan orang, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Adat dan Kebudayaan sepanjang masih dalam batas norma-norma kewajaran, dan setiap warga negara dijamin oleh undang undang untuk melaksanakan ajaran agama yg diyakininya. ” Ungkap Rauf .

Lanjut Rauf menjelaskan, tidak ada satupun referensi dan literatur yang menyatakan orang bisa menjadi jahat atau radikal karena pakaiannya. Menurutnya, orang itu radikal karena cara berpikirnya yang melahirkan kejahatan atau perbuatan melanggar hukum.

“Jadi orang tidak dapat dihukum hanya karena dia bercadar atau bercelana cingkrang, kemudian terkait pelarangan bagi ASN yang bisa membatasi atau melarang pegawai negeri untuk tidak bercadar itu kewenangan MenPan/RB, bukan Kemenag.

Kemenag harusnya sibuk membuat formulasi bagaimana orang tidak terjangkit virus radikal, bagaimana orang bisa memakmurkan rumah ibadah dan melaksanakan ajaran agama-Nya masing-masing sebagaimana ajaran yang diyakininya bukan justru menyakiti hati pemeluk umat beragama dengan mengeluarkan pernyataan yang menjauhkan umat dengan ajaran agama nya sendiri.

Sehingga menimbulkan polemik dan kekisruhan ditengah kerukunan antar umat beragama dinegeri ini, tutupnya. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment