Kasus Dugaan Pemerkosaan 3 Anak di Lutim, Ini Kata Terduga Pelaku

UPOS, Luwu Timur– Usai viral di media sosial dengan kasus dugaan pemerkosaan 3 orang anak kandungnya di Kab. Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terduga pelaku yang berinisial, SA (46), akhirnya muncul dan angkat bicara.

Menurut terduga pelaku SA, laporan terhadap dirinya oleh mantan istrinya tersebut yang telah dihentikan penyedikannya oleh pihak Polres Luwu Timur sejak Desember 2019 lantaran tidak memiliki bukti, adalah sebuah fitnah.

“Saya sebagai terlapor dalam kasus yang viral se Indonesia, membatah tuduhan yang ditujukan kepada saya, tuduhan melakukan pemerkosaan terhadap ke tiga anak saya, dan hal itu tidak benar, “ujar SA yang ditemui di Malili, Kab. Luwu Timur, Senin (11/10/2021) sore.

Lebih jauh, SA mengatakan bahwa kabar yang menyebutkan kalau dirinya adalah merupakan salah satu pejabat intitusi pemerintahan yang dapat mempengaruhi proses hukum, adalah informasi bohong.

“Itu tidak benar, karena saya hanya seorang auditor atau staf, tidak punya kewenangan dan jabatan, dalam hal mempengaruhi proses hukum, “tambah SA.

“Tuduhan kepada saya adalah fitnah belaka, dan kemungkinan ini ada hubungannya dengan hal- hal sebelumnya, dari perceraian saya, ada faktor kecemburuan, sebab pada saat sebelum saya dilapor, saya masih sama anak- anak (terduga korban), dan mantan istri saya yang mengantarkannya untuk dijaga, karena dia (mantan istri) akan melakukan tugas luar di kecamatan, dan pada saat itu saya memperkenalkan anak- anak saya ke calon istri saya yang baru. Pada saat pulang ke ibunya, anak- anak bilang ke ibunya kalau ayahnya sudah pacar atau punya calon istri atau ibu baru, setelah beberapa hari dari itu, saya dilaporkan ke Polres dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual atau pemerkosaan terhadap anak, “jelas SA.

Selain itu, SA juga mengemukakan bakal melakukan tuntutan balik atau mempidanakan sejumlah pihak yang membuat fitnah terhadap dirinya, termasuk yang menyebarkannya.

“Saya sebagai aparatur sipil negara yang juga memiliki keluarga, pasti sangat malu dengan tuduhan ini, harga diri yang diinjak- injak, disebarkan ke media sosial, seakan- akan saya sudah melakukan hal- hal yang sangat bejat, saya akan melakukan langkah- langkah hukum, untuk memulihkan nama baik saya, orang yang terkait dengan ini sedapat mungkin mendapatkan ganjaran yang setimpal, “tutup SA.(Zadly)

 

Pos terkait