Jelang Pilkada Bawaslu Lutim Bentuk Desa Sadar Pengawasan

0 Komentar

UPOS, Luwu Timur – Jelang Pemilihan Kepala Daerah Luwu Timur 2020 nanti, Bawaslu Luwu Timur akan membentuk Desa Sadar Pengawasan. Tujuannya mendorong dan mengembangkan model pendidikan demokrasi yang berkesinambungan.

” Kemungkinan nanti desa yang akan kita jadikan percontohan adalah Desa Labose, Kec.Malili Luwu Timur ” Ujar Rachman Atja Ketua Bawaslu Lutim, Jumat (1/11/2019)

Menurut Rahman Atja, syarat untuk menetapkan desa Sadar Pengawasan itu harus terjangkau dan masyarakatnya terbuka menerima ide perubahan dan perbaikan.

Ketika desa tersebut sudah ditetapkan sebagai desa Percontohan maka Bawaslu akan melakukan sosialisasi lebih dalam tentang bahaya Politik Uang, tentang bahaya politik uang, Bahayanya ujaran kebencian, politisasi sara, hoax.intimidasi dan mobilisasi.

Terhadap Pemerintah Desa setempat akan didorong bagaimana supaya Pemdes setempat melalukan penataan administrasi kependudukan sehingga daftar pemilih akan lebih bagus dan selalu update.

Yang terpenting bagi Bawaslu dalam menerapkan program Desa Sadar Pengawasan ini tetap memelihara kearifan lokal untuk dipadu dalam rangka penguatan Pemilu itu sendiri.

” Disana nanti akan ada dialog tentang Penyelengaraan Pemilu yang baik,.penerapan aturan Pemilu, dan hasilnya yang akan dicapai tumbuhnya pemilih yang cerdas yang paham akan aturan Pemilu ” Terang Rachman Atja

Lanjut Rachman, Program ini akan melibatkan warga yang cukup banyak dan lounchingnya dilakukan dalam bulan ini oleh Bupati Lutim, Muh.Thorig Husler

Selain membuat program desa percontohan Sadar Pengawasan, Bawaslu Lutim juga dalam bulan ini akan melakukan rekruitmen Anggota Panwas Kecamatan.

Dari 11 Kecamatan yang ada di Lutim maka jumlah Panwascam yang akan di rekruit sebanyak 33 orang. Mereka ini harus segera di rekruit agar bisa membantu Bawaslu untuk mengawasi jalannya Pilkada di Kecamatan masing-masing.

” Bulan ini juga rekruitmennya akan dimulai, masing-masing 3 orang satu kecamatan, .Kunci Rachman Atja. (UjungpandangPos/***)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment