Jelang Akhir Ramadan, Tim Terpadu Pemkab Tator Sidak Pasar, Toko dan Swalayan

Tim terpadu Pemkab Tana Toraja gencar melakukan sidak dan pengawasan bagi para pedagang, di pasar tradisionil maupun toko dan swalayan di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Kamis (28/4/2022). (Ist)

UPOS, Tana Toraja – Jelang akhir bulan Ramadhan. Tim Terpadu yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Satpol PP, Dinas Perindag, Dinas Kominfo, Dinas Perizinan/DPMPTSP, Dinas Koperasi dan UMKM, Sanitarian PKM, Loka POM Palopo dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Tana Toraja gencar melakukan sidak dan pengawasan bagi para pedagang, baik di pasar tradisionil maupun toko dan swalayan di Kabupaten Tana Toraja (Tator).

Sidak dan pengawasan ini dilakukan, guna memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat Tana Toraja, jelang hari raya Idulfitri 1443 Hijriyah tahun 2022.

Tim terpadu Pemkab Tana Toraja gencar melakukan sidak dan pengawasan bagi para pedagang, di pasar tradisionil maupun toko dan swalayan di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Kamis (28/4/2022). (Ist)

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, sejak 26 hingga 28 April 2022. Pemerikasaan hari pertama dilakukan di Kecamatan Makale, kemudian pada hari kedua di Kecamatan Rembon dan Bittuang. Selanjutnya, pada hari ketiga di Kecamatan Mengkendek dan Kecamatan Sangalla.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Yosefina Rombetasik, S.Si, Apt menjelaskan, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membagi dua tim setiap wilayah.

Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, para pedagang secara umum kooperatif saat diperiksa.

Tim terpadu Pemkab Tana Toraja gencar melakukan sidak dan pengawasan bagi para pedagang, di pasar tradisionil maupun toko dan swalayan di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Kamis (28/4/2022). (Ist)

“Untuk pedagang ikan semuanya kooperatif diperiksa ikannya, alhasil dari lima kecamatan, yang diperiksa hasilnya rata-rata menunjukkan hasil negatif formalin,” ucap Yosefina, melalui keterangannya, Kamis (28/4/2022) siang.

“Namun ada satu jenis sampel ikan Mairo basah yang dicurigai mengandung formalin kemarin, tetapi hari ini telah dilakukan hasil uji lanjut di laboratorium Perikananan dan hasilnya uji negatif formalin,” sambungnya.

Lanjut Yosefina, untuk pedagang barang makanan dan minuman dalam kemasan, tim mendapati beberapa pedagang yang tidak koperatif.

“Ada satu dua orang yang kurang kooperatif ketika barang yang ditemukan sudah kadaluarsa tetapi setelah diberikan pemahaman dan pembinaan, mereka berjanji akan melakukan return barang ke pemasok dan tidak menjualnya lagi,” tegasnya.

Yosefina berharap, lewat sidak dan pemeriksaan dari tim terpadu ini, masyarakat Tana Toraja kedepan memperoleh pangan yang aman.

“Semoga kedepan dengan adanya sidak dan pengawasan secara terpadu ini, pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat Tana Toraja tetap aman, sehat dan bergizi,” ungkapnya. (*)

Pos terkait