Hasil Reses, Air Bersih dan RS Batua Jadi Keluhan

  • Whatsapp

UPOS, Makassar – DPRD Kota Makassar, menggelar rapat paripurna terkait penyampaian laporan hasil pelaksanaan reses kedua, masa persidangan kedua tahun sidang 2020/2021, di ruang Paripurna DPRD Kota Makassar, Senin (24/05/2021).

Dalam hasil rapat tersebut, terdapat sejumlah persoalan yang berulang kali dikeluhkan oleh masyarakat. Salah satunya, terkait RS Batua yang mangkrak.

Banyak warga, utamanya di dapil lll yang meliputi Kecamatan Panakukang, Manggala, Biringkanaya dan Tamalanrea keluhkan pembangunannya yang tak kunjung usai.

“Banyak dalam penyampaian juga bagaimana dengan RS Batua? Masa dibiarkan mangkrak terus bagaimana penyelesaiannya, inikan harus Clear semua, masa dibiarkan mangkrak begitu dan masih banyak lagi pekerjaan-pekerjaan, betonisasi, drainase. Hal yang klasik itu begitu terus berputar-putar,” papar Wakil DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA).

Ketersediaan air bersih juga pun menjadi persoalan berlarut. Hal ini terlihat dari keluhan yang berulang, dari masyarakat.

Bahkan, menurut ARA, hampir semua anggota dewan di Dapil ll sudah bosan menyampaikan keluhan tersebut kepada pemerintah, namun tidak ditindaklanjuti.

“Saya tidak tahu apakah pemerintah mendengar atau tidak atau cuek. Jangan sampai menunggu masyarakat demo baru diperhatikan,” tegas ARA, dalam paripurna.

ARA meminta pemerintah, untuk memperhatikan persoalan yang menjadi keluhan warga Makassar, dan mencari solusi atas permasalahan tersebut.

“Kita minta pemerintah kota tolong diperhatikan. Makanya, reses ini nanti dimasukkan di Sistem Informasi Penganggaran Daerah (SIPD), yang nanti akan dikerja tahun 2022,” jelas ARA.

“Dalam SIPD ini, nanti kami akan lihat RKAPBD nya apakah anggarannya dia masukkan. Jadi jangan cuma janji-janji saja,” ucapnya.

ARA berharap, pemerintah kota mesti mengutamakan apa yang menjadi keluhan warga, sebab ini akan menjadi pertanyaan berulang dari warga, jika tak menjadi perhatian pemerintah.

“Percuma kita turun ke rakyat nanti rakyat bertanya ‘Apaji anggota dewan’, berapa kali mi reses tidak ada yang jalan’. Jadi, tidak ada yang terealisasi Pemerintah Kota,” ujarnya.

Adi Rasyid Ali juga meminta Pemerintah, untuk menurunkan ego dengan mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat, melalui reses dewan.

“Tolong turunkan egonya. Dan kita mau 2022 reses berikutnya tahun ketiga, tidak ada lagi keluhan terkait ini. Artinya semua tersosialisasikan,” ungkap Ketua DPC Partai Demokrat Kota Makassar ini, yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat. (Arman)

Pos terkait