Gojek Beberkan Strategi Pemasarannya Supaya Tetap Untung Selama Pandemi Covid-19

0 Komentar

UPOS, Makassar- Gojek membeberkan strategi pemasarannya, untuk tetap eksis di tengah pandemi Covid-19. Ada tiga langkah yang diambil. Pertama, mendata kembali apa yang jadi problem pelanggannya dan masyarakat selama corona ‘menyerang’ Indonesia.

“Dari data Gojek, bahwa 44% konsumen memperhatikan higienitas (kebersihan),” tutur Districpt Marketing Gojek Makassar, Venny Johan dalam acara webinar yang digelar oleh Kalla Business School yang bertajuk “Marketing During and (After) a Pandemic”, pada Sabtu (6/6/2020)

Makanya, lewat data tersebut, Gojek akhirnya menyediakan ‘check point’ untuk penyemprotan disinfektan. Baik untuk mitra driver maupun produk yang dibawa oleh pengemudi.

“Ini cara Gojek meyakinkan konsumen tentang higienitas Gojek dengan mempublikasikan posko pemeriksaan kesehatan driver di sosial media,” ungkapnya.

Cara kedua, lanjut Venny, ialah dengan pendataan pengguna online selama pandemi. Berdasarkan data Kementerian Informatika dan Komunikasi, kata Venny, pengguna online melonjak hingga 40% akibat imbauan stay at home dan kebijakan PSBB di beberapa wilayah di Indonesia.

Melihat kesempatan ini, Gojek langsung menggaet influencer dalam pembuatan video pemasaran untuk diunggah pada platform media media sosial. Venny mengatakan, khusus di Makassar, Gojek sempat bekerja sama dengan Aulia Qalby.

“Generasi sekarang adalah generasi visual, jadi teknik pemasaran yang perlu ditingkatkan adalah digital marketing,” terang Venny.

Terakhir yakni menjadikan Gojek sebagai solusi. Venny mengungkap, demi membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya tanpa harus berkerumun di pasar tradisional, Gojek memilih melakukan kerja sama.

Ada 6 pasar tradisional di Makassar yang diajak bekerja sama oleh Gojek. Caranya, Gojek menyiapkan posko di pasar tersebut, lalu para pedagang sisa menyiapkan dagangannya di posko tersebut yang nantinya sisa diambil oleh mitra driver untuk dibawa ke pemesan (pelanggan).

Menurtunya, ketiga cara yang telah diambil itu, akan terus ditingkatkan. Mengingat, pemasaran dengan cara digital marketing sekarang berbiaya murah.

“Banyak perusahaan turun (pemasukannya) sehingga Google Ads (plaform iklan di Google) mengobral biaya pemasangan iklannya (jadi murah),” pungkasnya. (ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment